Pencarian

Podcast Kelupas

116 Kasus Kebakaran Bangunan Terjadi di Pekanbaru, Tiga Nyawa Melayang

Jumat, 23 Oktober 2026 • 10:51:34 WIB
116 Kasus Kebakaran Bangunan Terjadi di Pekanbaru, Tiga Nyawa Melayang
Petugas DPKP Kota Pekanbaru melakukan pemadaman api yang membakar bangunan

PEKANBARU (RA) - Ancaman kebakaran di Kota Pekanbaru masih perlu diwaspadai. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 223 kejadian kebakaran. 

Insiden tersebut tidak hanya menghanguskan bangunan dan lahan, tetapi juga merenggut tiga nyawa serta menyebabkan dua orang mengalami luka-luka.

Berdasarkan data DPKP Kota Pekanbaru, kebakaran bangunan mendominasi kejadian dengan total 116 kasus. Sementara itu, petugas juga menangani kebakaran lahan di 42 lokasi berbeda.

Selain kebakaran bangunan dan lahan, petugas pemadam kebakaran turut menangani sepuluh kejadian kendaraan terbakar.

Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan tugas petugas pemadam kebakaran tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran bangunan di dalam kota, tetapi juga mencakup kebakaran lahan dan kendaraan.

"Kami bukan hanya memadamkan kebakaran bangunan, tapi juga kebakaran lahan. Kami juga memadamkan sepuluh kendaraan yang terbakar," kata Zarman, Jumat (23/10/2026).

Ia menjelaskan, dampak kebakaran yang terjadi sepanjang periode tersebut cukup serius. Hingga Oktober 2026, tercatat tiga orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat kebakaran.

Selain melakukan pemadaman, petugas Damkar Pekanbaru juga membantu proses evakuasi korban dalam kejadian kebakaran di wilayah perbatasan kota.

Menurut Zarman, terdapat enam kejadian kebakaran bangunan di luar wilayah Kota Pekanbaru yang turut mendapat penanganan petugas.

"Jadi tim di lapangan bukan cuma membantu pemadaman kebakaran di dalam kota saja, tapi juga di luar kota. Jumlahnya mencapai enam kejadian kebakaran bangunan," terangnya.

Melihat tingginya jumlah kejadian kebakaran, Zarman mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya di lingkungan rumah maupun tempat usaha.

Ia menyebutkan, korsleting atau arus pendek listrik menjadi salah satu pemicu utama kebakaran. Selain itu, kebakaran juga dapat terjadi akibat ledakan kompor gas milik warga.

Karena itu, masyarakat diminta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan aman digunakan. Warga juga diingatkan untuk tidak meninggalkan kompor gas dalam keadaan menyala ketika hendak bepergian atau meninggalkan rumah.

"Kondisi ini mesti kita ambil langkah antisipasi, dengan memastikan instalasi listrik beroperasi dengan baik. Jangan lupa mematikan kompor gas ketika hendak meninggalkan rumah," ulasnya.

Zarman menegaskan, langkah pencegahan perlu menjadi perhatian bersama agar potensi kebakaran dapat diminimalkan. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dan kebiasaan memastikan kompor telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah menjadi hal penting untuk menghindari risiko kebakaran.

Selain meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan secara mandiri, masyarakat juga diminta segera melapor apabila melihat atau mengetahui adanya kejadian kebakaran.

Warga dapat menghubungi layanan darurat TRC Pekanbaru Aman, melalui nomor 112 agar kejadian dapat segera ditindaklanjuti petugas.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks