PEKANBARU (RA) - Para camat di Kota Pekanbaru, diminta turun langsung dari rumah ke rumah untuk mencari anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.
Langkah jemput bola ini dilakukan untuk mempercepat pencapaian target Bulan Imunisasi Kejar 2026, terutama bagi anak-anak yang masuk kategori zero dose atau sama sekali belum pernah mendapatkan vaksinasi.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan camat harus berkoordinasi dengan puskesmas agar upaya menjangkau anak-anak yang belum diimunisasi bisa dilakukan secara langsung di lingkungan tempat tinggal warga.
Melalui pola door to door tersebut, petugas tidak hanya mendata anak yang belum mendapatkan imunisasi, tetapi juga diharapkan dapat memberikan pelayanan langsung di rumah warga.
"Jadi nanti turun ke rumah-rumah warga yang anaknya belum imunisasi dan langsung imunisasi di tempat," kata Markarius, Kamis (22/10/2026).
Ia mengatakan, langkah jemput bola diperlukan agar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi bisa segera terjangkau.
Pendekatan langsung juga menjadi kesempatan bagi camat, dan petugas puskesmas untuk memberikan pemahaman kepada orang tua yang masih khawatir terhadap imunisasi.
Pemko Pekanbaru saat ini terus mengejar target agar seluruh anak yang masuk kategori zero dose bisa mendapatkan imunisasi dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar 2026.
Sasaran intervensi ini adalah anak berusia di bawah dua tahun yang sama sekali belum mendapatkan vaksinasi Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, dan Infeksi Haemophilus influenzae tipe B (Hib) dosis pertama atau DPT-HB-Hib 1.
Markarius mengingatkan para orang tua agar tidak menunda imunisasi bagi anak-anak mereka. Imunisasi penting untuk memberikan perlindungan dari berbagai penyakit menular yang berbahaya.
"Kami mengingatkan warga agar anak-anaknya segera diimunisasi. Ini untuk melindungi mereka dari berbagai penyakit menular yang berbahaya," ucap Markarius.
Upaya percepatan imunisasi ini menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Dalam dua pekan pelaksanaan, cakupan pemberian imunisasi DPT-HB-Hib 1 di Pekanbaru mencapai 31,09 persen, dengan total 991 bayi berhasil dijangkau.
Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan 11 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau. Pekanbaru juga menempati posisi pertama dalam capaian intervensi zero dose, yakni upaya menjangkau anak-anak yang sama sekali belum pernah mendapatkan imunisasi.