Pencarian

Podcast Kelupas

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 • 18:43:02 WIB
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
Kabid PPL DLHK Pekanbaru, Juli Victorino dan jajaran turun melakukan pengecekan ke PLTU Tenayan Raya.

PEKANBARU (RA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, telah mengecek sejumlah lokasi untuk menelusuri sumber aroma gas yang dikeluhkan warga melalui media sosial pada Selasa (20/10/2026) malam.

Pengecekan dilakukan hingga Rabu (21/10/2026) petang, mulai dari sejumlah badan usaha hingga wilayah perbatasan yang dinilai berkaitan dengan keluhan masyarakat. 

Namun, dari hasil pemeriksaan sementara, DLHK belum menemukan kebocoran gas maupun instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mencari tahu asal aroma yang dikeluhkan warga tersebut.

Sejumlah badan usaha yang telah diperiksa di antaranya PLTU Tenayan Raya, Medco PLTGU Tenayan Raya, dan EMP Teluk Lembu. DLHK juga berkoordinasi dengan masyarakat serta perusahaan di wilayah Perawang untuk menelusuri kemungkinan sumber aroma tersebut.

"Hasilnya tidak ada ditemukan kebocoran gas dan kebocoran IPAL," kata Reza, Rabu (21/10/2026) malam.

Selain mengecek sejumlah badan usaha, DLHK Pekanbaru juga mendatangi wilayah perbatasan yang dilaporkan warga. Koordinasi dilakukan dengan Kepala DLHK Kabupaten Kampar untuk memastikan ada atau tidaknya laporan serupa di wilayah tersebut.

Reza menyebutkan, dari hasil koordinasi itu, belum ada laporan mengenai munculnya aroma gas atau limbah. Kondisi di wilayah Kerinci juga dilaporkan normal dan tidak ditemukan kebocoran.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala DLHK Kampar, tak ada laporan tentang munculnya aroma gas atau limbah. Begitu juga dengan di wilayah Kerinci, tak ada kebocoran, artinya normal seperti biasa," terang Reza.

Meski telah mengecek sejumlah lokasi, DLHK masih belum mengetahui secara pasti sumber aroma yang dikeluhkan warga. Reza pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera menyampaikan laporan apabila kembali mencium aroma serupa.

Warga dapat melaporkan kejadian tersebut melalui kanal Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 atau media sosial resmi DLHK Kota Pekanbaru agar dapat ditindaklanjuti.

"Kalau masih ada warga yang mencium aroma yang diakibatkan kebocoran gas atau IPAL, silakan lapor ke TRC 112 atau medsos kami," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, belum ada laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat aroma yang dikeluhkan tersebut.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks