Pencarian

Podcast Kelupas

Berapa Lama Tubuh Pulih setelah Terpapar Asap Karhutla?

Jumat, 23 Oktober 2026 • 05:28:19 WIB
Berapa Lama Tubuh Pulih setelah Terpapar Asap Karhutla?
Ilustrasi.

RIAUAKTUAL (RA) - Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata hingga batuk dan sesak napas. Lantas, berapa lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk pulih setelah terpapar asap karhutla?

Spesialis paru Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), menjelaskan waktu pemulihan bergantung pada durasi paparan, konsentrasi polutan yang terhirup, serta kondisi kesehatan seseorang.

Mengutip detikcom, menurut Prof Agus, seseorang yang terpapar polusi udara dalam waktu singkat, misalnya selama satu hingga dua jam, dapat pulih relatif cepat setelah menjauh dari sumber polusi dan menghirup udara bersih.

"Kalau hanya terpapar satu sampai dua jam, kemudian dia keluar dari lingkungan tersebut, bisa saja dalam 1 x 24 jam sudah membaik," jelasnya.

Meski demikian, waktu tersebut bukan patokan bagi semua orang. Gejala yang muncul dan lamanya pemulihan dapat berbeda, bergantung pada tingkat paparan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Prof Agus mengatakan paparan asap dalam jangka panjang atau berulang juga perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada kesehatan paru-paru. Risiko dapat lebih besar pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan sebelumnya.

"kalau dia hampir terpapar tiap hari, terpapar tiap hari, terhirup tiap hari, maka akan ada efek jangka panjang yang dapat muncul, seperti gangguan fungsi paru, kemudian risiko terjadinya penyakit seperti asma, atau bahkan kalau berbulan-bulan terpapar, bisa risiko terjadi penyakit paru obstruksi kronik atau PPOK, atau bahkan terjadi parunya fibrosis, itu parunya ada terjadi kaku, ya itu bisa terjadi," ucapnya lagi.

Untuk mengurangi dampak paparan, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, menutup pintu dan jendela, serta menggunakan alat pembersih udara jika tersedia. Apabila terpaksa beraktivitas di luar ruangan, gunakan respirator yang sesuai, seperti N95.

Prof Agus juga menyarankan pemeriksaan kesehatan setelah seseorang mengalami paparan polusi udara. Pemeriksaan dapat membantu mengevaluasi dampak paparan terhadap organ tubuh, terutama paru-paru.

"Kalau sudah, walaupun sudah melewati masa terpajang itu, sudah menghirup udara sehat, lakukan pemeriksaan kesehatan khususnya pada paru. Tentu organ lain penting juga karena dampaknya bisa ke jantung, kemudian juga bisa ke organ lain," lanjutnya.

Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala yang berat maupun tidak kunjung membaik setelah menjauh dari paparan, segera cari pertolongan medis.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks