Pencarian

Podcast Kelupas

Studi Ungkap Main HP Lebih dari 6 Jam Sehari Berkaitan dengan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Kamis, 22 Oktober 2026 • 06:06:13 WIB
Studi Ungkap Main HP Lebih dari 6 Jam Sehari Berkaitan dengan Risiko Tekanan Darah Tinggi
Ilustrasi main HP.

RIAUAKTUAL (RA) - Kebiasaan menggunakan ponsel selama berjam-jam setiap hari bukan hanya berpotensi memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga berkaitan dengan sejumlah indikator kesehatan jantung.

Sebuah penelitian menemukan bahwa penggunaan layar lebih dari enam jam sehari di luar keperluan sekolah dan pekerjaan berkaitan dengan risiko tekanan darah tinggi serta sejumlah masalah kesehatan lainnya.

Mengutip Verywell Health, penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American College of Cardiology tersebut melibatkan 382 orang dewasa dengan usia rata-rata sekitar 35 tahun.

Hasilnya menunjukkan, peserta yang melaporkan penggunaan layar selama enam jam atau lebih per hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami peningkatan tekanan darah, profil kolesterol yang kurang baik, indeks massa tubuh (IMT) lebih tinggi, lingkar pinggang lebih besar, serta rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang menggunakan layar kurang dari enam jam sehari.

Hubungan tersebut ditemukan pada berbagai tingkat aktivitas fisik yang dilaporkan peserta. Namun, kelompok dengan penggunaan layar tertinggi dan aktivitas fisik terendah menunjukkan kondisi tekanan darah dan IMT yang paling buruk. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua faktor tersebut mungkin saling memperkuat dampaknya terhadap kesehatan.

Penelitian itu juga menemukan bahwa peserta dengan durasi penggunaan layar lebih dari enam jam sehari lebih banyak menggunakan rokok atau vape. Proporsinya mencapai 25 persen, dibandingkan 12 persen pada kelompok dengan penggunaan layar yang lebih rendah.

Meski demikian, penelitian tersebut bersifat observasional. Artinya, temuan ini menunjukkan hubungan antara durasi penggunaan layar dan indikator kesehatan, tetapi belum membuktikan bahwa penggunaan ponsel secara langsung menyebabkan tekanan darah tinggi.

Pola makan, kualitas tidur, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan tingkat stres juga dapat berperan dalam kondisi kesehatan seseorang.

Selain tekanan darah tinggi, penggunaan layar berlebihan juga dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan fisik dan mental.

Beberapa kondisi yang ditemukan dalam berbagai penelitian meliputi kecemasan, depresi, gangguan tidur, kantuk pada siang hari, sakit kepala, gangguan penglihatan seperti mata kering dan rabun jauh, serta peningkatan kadar kolesterol dan IMT.

Pada anak-anak, penggunaan layar juga dikaitkan dengan masalah perhatian dan perilaku. Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa penggunaan layar secara langsung menyebabkan seluruh kondisi tersebut.

Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah waktu yang dihabiskan di depan layar dapat mengurangi kesempatan untuk melakukan aktivitas yang mendukung kesehatan, seperti berolahraga, menjalani hobi, beristirahat dengan cukup, atau bersosialisasi bersama keluarga dan teman.

Penggunaan media sosial dan paparan konten tertentu juga dapat memengaruhi suasana hati serta penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri. Jika kondisi tersebut disertai kurang tidur dan minim aktivitas fisik, dampaknya terhadap kesehatan dapat semakin kompleks.

Seseorang yang merasa cemas atau mengalami suasana hati yang buruk, misalnya, mungkin menjadi lebih enggan beraktivitas di luar rumah atau berolahraga. Kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, bukan hanya tekanan darah.

Berapa Lama Waktu Penggunaan Layar yang Dianggap Normal?

Tidak ada satu batas waktu penggunaan layar yang berlaku untuk semua orang dewasa. Dampaknya dapat dipengaruhi oleh durasi, jenis aktivitas, serta tujuan penggunaan perangkat.

Menggunakan ponsel untuk mengikuti kelas daring, melakukan panggilan video dengan keluarga, atau mengakses aplikasi meditasi tentu berbeda dengan menghabiskan waktu berjam-jam menggulir media sosial tanpa tujuan tertentu.

Dalam penelitian tersebut, penggunaan layar selama enam jam atau lebih di luar kegiatan sekolah dan pekerjaan menjadi batas yang digunakan untuk membandingkan kelompok dengan risiko kesehatan berbeda.

Sementara itu, penggunaan layar selama empat jam sehari juga pernah dikaitkan dengan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, dalam penelitian lain. Namun, angka tersebut tidak dapat dianggap sebagai batas pasti yang otomatis menimbulkan gangguan kesehatan pada setiap orang.

Sejumlah panduan menyarankan agar penggunaan layar untuk hiburan dibatasi kurang dari dua jam sehari, di luar keperluan sekolah dan pekerjaan. Namun, rekomendasi semacam ini lebih banyak ditujukan kepada anak-anak dan remaja.

Untuk orang dewasa, belum ada batas durasi penggunaan layar yang ditetapkan secara tegas berdasarkan bukti ilmiah yang berlaku universal.

Karena itu, selain menghitung durasi, penting juga memperhatikan apakah penggunaan layar mulai mengganggu tidur, aktivitas fisik, pekerjaan, hubungan sosial, atau kebiasaan sehari-hari yang sehat.

Cara Mengurangi Waktu Penggunaan Ponsel

Mengurangi waktu di depan layar tidak harus dilakukan secara drastis. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membangun kebiasaan yang lebih seimbang.

Berikut beberapa langkah yang dapat dicoba:

1. Jauhkan ponsel dari tempat tidur

Sediakan tempat pengisian daya di luar kamar tidur jika memungkinkan. Cara ini dapat membantu mengurangi kebiasaan memeriksa ponsel sebelum tidur maupun sesaat setelah bangun.

2. Hindari penggunaan layar sebelum tidur

Usahakan tidak menggunakan ponsel atau perangkat elektronik selama satu jam sebelum waktu tidur. Ganti kebiasaan tersebut dengan membaca buku, melakukan peregangan ringan, atau menjalani rutinitas relaksasi.

3. Fokus saat berinteraksi dengan orang lain

Ketika berkumpul bersama keluarga atau teman, cobalah menyimpan ponsel dan mengurangi kebiasaan memeriksa notifikasi. Langkah ini dapat membantu menjaga kualitas interaksi sosial.

4. Batasi aplikasi yang sering menyita waktu

Pertimbangkan untuk menghapus aplikasi yang paling sering dibuka tanpa tujuan tertentu atau membatasi waktu penggunaannya melalui pengaturan perangkat.

5. Hindari makan sambil menonton

Biasakan makan di meja tanpa menyalakan televisi atau terus memeriksa ponsel. Kebiasaan ini dapat membantu seseorang lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

6. Isi waktu luang dengan aktivitas lain

Pilih kegiatan yang tidak bergantung pada layar, seperti memasak, menggambar, membaca, bermain alat musik, merajut, mengerjakan teka-teki, berolahraga, yoga, atau mencoba hobi baru.

7. Kurangi durasi secara bertahap

Tetapkan target pengurangan waktu layar setiap minggu berdasarkan kebiasaan sebelumnya. Perubahan bertahap cenderung lebih realistis dibandingkan langsung menghentikan penggunaan perangkat secara drastis.

8. Pantau penggunaan layar

Manfaatkan fitur pemantauan waktu layar di ponsel untuk mengetahui durasi penggunaan harian dan aplikasi yang paling banyak menyita waktu. Data tersebut dapat membantu menentukan kebiasaan yang perlu diubah.

9. Mulai pagi tanpa ponsel

Cobalah menghabiskan setidaknya 30 menit pertama setelah bangun tidur tanpa melihat layar. Letakkan perangkat jauh dari jangkauan tempat tidur agar lebih mudah menjalankan kebiasaan ini.

10. Gunakan fitur pembatas aplikasi

Jika sulit mengendalikan penggunaan ponsel, manfaatkan fitur pembatas waktu atau aplikasi yang dapat mengunci akses ke aplikasi tertentu setelah mencapai batas yang ditentukan.

Jaga Kesehatan Jantung dengan Kebiasaan yang Lebih Seimbang

Temuan penelitian tersebut menjadi pengingat bahwa kebiasaan menggunakan layar perlu diperhatikan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Meski belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, durasi penggunaan layar yang panjang dapat berjalan bersamaan dengan kebiasaan lain yang kurang mendukung kesehatan.

Mengurangi waktu bermain ponsel, menjaga aktivitas fisik, mengatur pola makan, mencukupi waktu tidur, dan menghindari rokok merupakan beberapa langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Bagi orang dewasa, tidak ada angka penggunaan layar yang dapat dijadikan patokan mutlak untuk menentukan apakah seseorang akan mengalami tekanan darah tinggi. Karena itu, penting untuk menilai kebiasaan sehari-hari secara menyeluruh dan memeriksa tekanan darah secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks