Pencarian

Podcast Kelupas

Ikaboga Riau Raih Dua Juara di Rakernas Nasional, Tari Zapin Jadi Penampilan Terbaik

Ahad, 08 November 2026 • 12:06:35 WIB
Ikaboga Riau Raih Dua Juara di Rakernas Nasional, Tari Zapin Jadi Penampilan Terbaik
Ikaboga Riau Raih Dua Juara di Rakernas Nasional.

RIAU (RA) - Ikatan Ahli Boga (Ikaboga) Indonesia DPD Riau berhasil meraih dua gelar juara dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikaboga di Krista Interfood, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, 4–7 November 2026.

Dua penghargaan tersebut diraih melalui kategori pentas seni dan lomba pembuatan konten. Delegasi Riau meraih Juara 1 pentas seni melalui penampilan tari Zapin, sedangkan Juara 1 lomba pembuatan konten diraih Ir Hj Fatia Ulfah MSi.

Prestasi ini menjadi pencapaian tersendiri bagi Ikaboga Riau. Pasalnya, keikutsertaan dalam pentas seni pada Rakernas tersebut merupakan pengalaman pertama. Dari 13 provinsi peserta, tari Zapin berhasil menjadi penampilan terbaik.

Ketua DPD Ikaboga Riau, Puan Dinawati, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama dan kekompakan seluruh anggota dalam mempersiapkan delegasi untuk membawa nama Riau di tingkat nasional.

"Alhamdulillah, Ikaboga Riau berhasil meraih dua juara. Juara 1 pentas seni dengan menampilkan tari Zapin dan Juara 1 lomba membuat konten atas nama Ibu Hj. Fatia Ulfah," ujar Puan, Ahad (8/11/2026).

Selain dua perlombaan tersebut, delegasi Riau juga mengikuti lomba memasak talam ubi menggunakan produk Rose Brand dan parade pakaian daerah.

Menurut Puan, Rakernas yang digelar setiap dua tahun sekali itu menjadi kesempatan bagi seluruh daerah untuk memperkuat organisasi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner masing-masing.

Ia berharap prestasi tersebut dapat memotivasi anggota untuk meningkatkan kemampuan di bidang tata boga serta mengembangkan kuliner tradisional agar semakin dikenal masyarakat.

Salah satu upaya yang tengah didorong Ikaboga Riau adalah memperkenalkan nasi kunyit sebagai alternatif pengganti tumpeng dalam kegiatan resmi pemerintahan maupun hajatan masyarakat.

Puan menilai nasi kunyit memiliki potensi menjadi sajian khas yang merepresentasikan identitas kuliner Melayu Riau.

"Kami ingin ilmu dan keahlian tata boga dapat ditularkan kepada seluruh anggota. Makanan khas daerah juga harus terus digali, dilestarikan, dan dikembangkan agar semakin dikenal luas," tuturnya.

Ia berharap makanan tradisional Riau tidak hanya disajikan sebagai pelengkap acara, tetapi juga mendapat tempat lebih luas di tengah masyarakat.

"Jangan sampai kuliner khas daerah hanya menjadi pelengkap. Kita ingin makanan tradisional kita semakin dikenal, dikembangkan, dan menjadi tuan di negeri sendiri," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks