PEKANBARU (RA) - Sebanyak 40 pemuda dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau mengikuti pelatihan bahasa Inggris dan uji kompetensi sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia kerja internasional melalui program SMK Go Global.
Dalam program tersebut, Vision Training Centre Pekanbaru dipercaya melaksanakan kegiatan pelatihan bahasa Inggris bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI) melalui kerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Riau dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau.
Pelatihan berlangsung selama 34 hari dan dipusatkan di kantor pusat Vision Training Centre, Jalan Swakarya/Jalan Saiyo Nomor 1, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, dibawah Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kementrian Pemberdayaan Masyarakat.
Sebanyak 40 peserta yang mengikuti program ini merupakan pemuda dan pemudi hasil seleksi dari sejumlah daerah di Provinsi Riau. Mereka berasal dari Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kampar, Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, serta sejumlah wilayah lainnya.
Dari total peserta tersebut, terdiri atas 14 laki-laki dan 26 perempuan yang berada dalam kelompok usia produktif.
Program ini menjadi salah satu upaya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Riau agar memiliki kemampuan bahasa asing dan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan dunia kerja internasional.
Direktur Vision Training Centre Pekanbaru, Afisi Sabri, mengatakan pihaknya dipercaya untuk melaksanakan pelatihan tersebut sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan calon pekerja migran Indonesia asal Riau.
Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting bagi calon pekerja migran agar mampu berkomunikasi dengan baik serta beradaptasi dengan lingkungan kerja di negara tujuan.
"Program SMK Go Global ini ditaja oleh Kementerian Pemberdayaan Masyarakat dengan melibatkan BP3MI Provinsi Riau dan Disnakertrans Provinsi Riau dalam pelaksanaannya," jelas Afisi, Minggu (8/11/2026).
Melalui pelatihan selama 34 hari tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga dapat mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari persiapan menghadapi peluang kerja di tingkat internasional.
"Kehadiran program ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemuda dan pemudi Riau untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan pasar tenaga kerja global," ungkapnya.