Pencarian

Podcast Kelupas

Ketua LAK Siapkan Pembenahan Internal, Fokus Jaga Marwah Adat dan Kerukunan

Ahad, 08 November 2026 • 15:53:00 WIB
Ketua LAK Siapkan Pembenahan Internal, Fokus Jaga Marwah Adat dan Kerukunan
Pengukuhan Ketua Lembaga Adat Kampar periode 2026-2031.

BANGKINANG (RA) – Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) periode 2026-2031, Marwas Datuk Bosau, berkomitmen melakukan pembenahan internal organisasi serta memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga kelestarian budaya dan menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Marwas dalam sambutannya setelah resmi dikukuhkan sebagai Ketua LAK periode 2026-2031 dalam prosesi adat di Balai Adat Kampar, Bangkinang, Minggu (8/11/2026).

Marwas menegaskan, amanah sebagai Ketua LAK bukan sekadar kedudukan atau kebanggaan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

Menurutnya, LAK memiliki posisi strategis dalam melestarikan nilai-nilai budaya luhur, menjaga marwah adat resam, merawat kerukunan, hingga membantu menyelesaikan berbagai persoalan dan sengketa di tengah masyarakat.

"Amanah sebagai pengurus lembaga adat bukanlah suatu kedudukan atau kebanggaan semata, melainkan sebuah tanggung jawab besar. Lembaga adat memiliki peran yang sangat strategis di tengah masyarakat, baik dalam melestarikan nilai-nilai budaya luhur, menjaga marwah adat resam, merawat kerukunan, maupun membantu menyelesaikan berbagai persoalan atau sengketa secara musyawarah dan mufakat di tengah warga," ujarnya.

Ia menyadari tantangan pelestarian adat semakin besar seiring perkembangan zaman. Modernisasi dan arus globalisasi dinilai berpotensi membuat nilai-nilai adat serta kearifan lokal semakin terpinggirkan.

Karena itu, Marwas mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan adat istiadat Kampar agar tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menekankan bahwa penguatan lembaga adat tidak bisa dilakukan hanya oleh pengurus LAK. Dukungan pemerintah daerah, para tetua adat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan.

"Kami tidak dapat bekerja sendiri. Adat yang kuat lahir dari kebersamaan dan kekompakan seluruh anak kemenakan atau warga masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut, Marwas menyampaikan kepengurusan LAK periode 2026-2031 akan berupaya membangun sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Kampar.

Pembenahan internal organisasi juga menjadi salah satu komitmen yang akan dilakukan agar LAK semakin optimal menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya.

"Kami berkomitmen untuk melakukan pembenahan internal dan bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, demi menjaga stabilitas sosial serta memastikan adat dan budaya kita tetap hidup terhormat di tanah kelahiran kita sendiri," ungkapnya.

Marwas berharap seluruh pemangku adat dan masyarakat memberikan doa restu serta dukungan agar kepengurusan yang dipimpinnya dapat menjalankan amanah dengan baik hingga akhir masa bakti.

Ia ingin LAK tidak hanya menjadi lembaga yang menjalankan kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir dan memberikan manfaat dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam menjaga marwah adat, memperkuat persatuan, serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan mufakat.

Dengan kepengurusan baru ini, Marwas berharap adat istiadat Kampar semakin kuat dan tetap diwariskan kepada generasi penerus di tengah perkembangan zaman.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks