Pencarian

Podcast Kelupas

PTPN IV Regional III Bantu LKA Tandun, Tradisi Melayu Didorong Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman

Selasa, 22 September 2026 • 21:16:00 WIB
PTPN IV Regional III Bantu LKA Tandun, Tradisi Melayu Didorong Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman
Ilustrasi.

ROHUL (RA) - Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, masyarakat adat Kenegerian Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, terus berupaya menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Upaya tersebut mendapat dukungan PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III. Perusahaan perkebunan sawit pelat merah itu memberikan bantuan perlengkapan seni dan budaya kepada Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Kenegerian Tandun senilai Rp30 juta.

Bantuan tersebut diperuntukkan mendukung berbagai kegiatan adat, kesenian Melayu serta pembinaan generasi muda. Dukungan itu diharapkan dapat memberi ruang bagi tradisi Melayu untuk tetap hidup di tengah perubahan pola hidup dan pesatnya perkembangan teknologi.

Ketua Harian LKA Kenegerian Tandun, Syawir J. S.Pd Dt. Mongguong, mengatakan menjaga adat dan budaya di tengah perubahan zaman bukan pekerjaan mudah. Terlebih, generasi muda kini semakin banyak berinteraksi dengan budaya dan gaya hidup dari luar.

“Di tengah perkembangan zaman saat ini, menjaga adat dan budaya bukan pekerjaan yang mudah. Banyak generasi muda yang semakin jauh dari akar budayanya. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kepedulian PTPN IV Regional III yang ikut mengambil bagian dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Melayu Kenegerian Tandun," kata Syawir, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, bantuan tersebut akan memudahkan masyarakat adat dalam menjalankan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tradisi dan kesenian Melayu. Perlengkapan seni dan budaya, kata dia, bukan sekadar pendukung kegiatan, tetapi menjadi bagian dari upaya memastikan tradisi tetap dipraktikkan dan dikenalkan kepada generasi muda.

Syawir menambahkan, adat bagi masyarakat Tandun tidak hanya menjadi simbol kebudayaan. Nilai-nilai adat juga menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, seperti kebersamaan, gotong royong, penghormatan kepada sesama hingga penyelesaian persoalan melalui musyawarah.

"Adat adalah jati diri kami. Jika adat dan budaya hilang, maka hilang pula identitas masyarakat. Karena itu, dukungan seperti ini sangat berarti untuk memastikan tradisi yang diwariskan para leluhur tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang," ujarnya.

Kenegerian Tandun merupakan salah satu wilayah masyarakat hukum adat Melayu di Kabupaten Rohul. Tradisi dan kelembagaan adat yang berkembang di wilayah tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat setempat selama berabad-abad.

Namun, perubahan zaman menghadirkan tantangan baru. Arus informasi yang semakin terbuka, perkembangan teknologi dan perubahan pola interaksi sosial membuat generasi muda memiliki pilihan budaya yang semakin beragam.

Dalam kondisi tersebut, Syawir menilai keberadaan lembaga adat dan dukungan berbagai pihak menjadi penting agar tradisi tidak berhenti sebagai cerita masa lalu.

"Tradisi yang kami warisi dari para leluhur tidak boleh hilang ditelan zaman. Dengan dukungan seperti ini, kami lebih optimistis budaya Melayu Tandun akan tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang," tuturnya.

Sementara itu, Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso mengatakan keberadaan perusahaan di tengah masyarakat membawa tanggung jawab untuk ikut menjaga nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup di sekitar wilayah operasional.

Menurut Bambang, pembangunan berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan masyarakat serta nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.

"PTPN IV Regional III tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Karena itu, kami memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga kearifan lokal dan warisan budaya yang hidup di sekitar wilayah operasional perusahaan. Budaya adalah identitas, dan identitas itu harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perubahan zaman," jelasnya.

Ia mengatakan dukungan kepada LKA Kenegerian Tandun merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekaligus memperkuat kehidupan sosial di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Bambang menilai lembaga adat memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan dan membentuk karakter masyarakat. Karena itu, keberlangsungan aktivitas adat dan budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha.

"Budaya Melayu adalah identitas masyarakat Riau yang harus dijaga bersama. Kami percaya pembangunan berkelanjutan tidak hanya soal ekonomi dan lingkungan, tetapi juga tentang merawat warisan budaya dan kearifan lokal," pungkas Bambang.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks