PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong pengembangan paket wisata sejarah yang menghubungkan Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar dengan sejumlah destinasi bersejarah di Kabupaten Rokan Hulu.
Konsep ini diharapkan memudahkan wisatawan mengunjungi beberapa situs sejarah dalam satu perjalanan.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, mengatakan pemerintah telah membuka akses jalan yang menghubungkan kawasan Muara Takus dengan wilayah Rokan Hulu. Jalur tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan wisata sejarah dan budaya di Riau.
"Pemerintah Provinsi Riau juga telah membuka dan menembuskan jalan dari Muara Takus menuju Kabupaten Rokan Hulu. Jalur ini memiliki prospek wisata yang kuat karena Rokan Hulu juga menyimpan sejumlah peninggalan sejarah dan budaya," kata Syahrial di Pekanbaru.
Dua destinasi yang berpotensi masuk dalam paket perjalanan tersebut adalah Istana Raja Rokan IV Koto dan Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai. Keduanya merupakan situs yang berkaitan dengan sejarah dan budaya masyarakat di Rokan Hulu.
Menurut Syahrial, konektivitas infrastruktur dan keberadaan sejumlah situs bersejarah di kedua kabupaten tersebut menjadi modal untuk membangun paket wisata yang saling terhubung.
Candi Muara Takus Jadi Titik Awal Perjalanan
Selain akses penghubung menuju Rokan Hulu, perjalanan menuju Candi Muara Takus dari Kota Pekanbaru juga dinilai semakin mudah dengan tersedianya jaringan jalan tol.
"Apalagi saat ini, akses menuju Candi Muara Takus dari Pekanbaru sudah sangat dekat dan cepat melalui jalan tol," jelasnya.
Syahrial menilai kemudahan akses tersebut dapat mendukung pengembangan wisata sejarah dengan konsep perjalanan satu hari atau *one day trip*. Wisatawan dapat memulai perjalanan dari Candi Muara Takus di Kampar, kemudian melanjutkan kunjungan ke Istana Raja Rokan IV Koto dan berakhir di Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai di Rokan Hulu.
"Kita bisa menciptakan satu paket wisata sejarah yang luar biasa, yaitu jalur *one day trip*. Dimulai dari Candi Muara Takus, dilanjutkan ke Istana Raja Rokan IV Koto, dan berakhir di Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai," ungkap Syahrial.
Konsep wisata terpadu ini diharapkan dapat memperluas pilihan perjalanan wisata di Riau, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya daerah kepada wisatawan.
Jika didukung konektivitas yang memadai, informasi destinasi, serta kesiapan fasilitas wisata, paket perjalanan tersebut berpeluang mendorong kunjungan wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi.