PEKANBARU (RA) - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, menunjukkan perbaikan pada Minggu (25/10/2026). Kabut asap yang dalam beberapa waktu terakhir menyelimuti ibu kota Provinsi Riau tersebut terpantau mulai menipis.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara di laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus atau Particulate Matter (PM2.5) di Pekanbaru berada pada angka 8,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 13.00 WIB.
Angka tersebut masuk kategori baik, menandakan kondisi kualitas udara Pekanbaru telah membaik dibandingkan periode sebelumnya ketika kabut asap sempat menyelimuti kota.
BMKG juga memantau tidak ada kabut asap yang masuk ke wilayah Riau pada Minggu ini. Kondisi tersebut sejalan dengan pantauan di lapangan yang menunjukkan kabut asap di Pekanbaru semakin menipis.
Dalam grafik riwayat PM2.5 BMKG, konsentrasi partikulat halus di Pekanbaru juga menunjukkan tren penurunan sejak pagi. Pada pukul 10.00 WIB, PM2.5 tercatat sekitar 15,4 µg/m³, kemudian turun menjadi sekitar 13,2 µg/m³ pada pukul 11.00 WIB, 10,4 µg/m³ pada pukul 12.00 WIB, hingga mencapai 8,5 µg/m³ pada pukul 13.00 WIB.
Sementara itu, citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dirilis BMKG pada Minggu pukul 13.00 WIB menunjukkan asap masih terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, dan beberapa wilayah Kalimantan serta Indonesia bagian timur.
Meski kualitas udara Pekanbaru membaik, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer dan potensi munculnya kembali kabut asap, terutama jika arah angin dari wilayah Selatan dapat membawa kabut asap ke wilayah Riau.