Pencarian

Podcast Kelupas

15.808 Warga Pekanbaru Sakit Akibat Kabut Asap, Ratusan Kasus Baru Bertambah Tiap Hari

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 19:22:36 WIB
15.808 Warga Pekanbaru Sakit Akibat Kabut Asap, Ratusan Kasus Baru Bertambah Tiap Hari
Petugas Diskes Pekanbaru memberikan masker gratis ke pengendara

PEKANBARU (RA) - Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan warga Kota Pekanbaru terus meningkat. 

Di tengah kualitas udara yang masih berada dalam kategori tidak sehat, ratusan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setiap harinya.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat pada hari Jumat (23/10/2026) saja sebanyak 332 pasien terdampak kabut asap. Dari jumlah tersebut, mayoritas mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yakni sebanyak 292 orang.

Selain ISPA, warga juga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan lainnya, seperti asma, pneumonia, konjungtivitis atau mata merah, hingga iritasi kulit akibat paparan kabut asap.

Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan seluruh pasien yang terdampak telah mendapatkan layanan kesehatan. Sebagian warga mendatangi puskesmas, sementara lainnya memperoleh penanganan di rumah sakit.

"Para pasien sudah mendapat layanan kesehatan, ada yang mengakses layanan di puskesmas dan rumah sakit," kata Dedy, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, laporan kasus gangguan kesehatan akibat kabut asap terus dipantau melalui tim penanggung jawab program ISPA Diskes Kota Pekanbaru. Tim tersebut menerima laporan secara berkala dari puskesmas dan rumah sakit di wilayah setempat.

Dedy mengakui, jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan masih berpotensi bertambah selama kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.

Secara kumulatif, jumlah pasien yang terdampak paparan kabut asap di Pekanbaru telah mencapai 15.808 orang sejak 25 Agustus 2026.

Pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kasus penyakit yang berkaitan dengan karhutla. Dinkes melibatkan penanggung jawab program ISPA di tingkat dinas dan puskesmas, serta penanggung jawab Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) di rumah sakit.

"Sampai saat ini Tim PJ Program ISPA Dinkes, PJ ISPA PKM dan PJ SKDR Rumah Sakit di Pekanbaru selalu melakukan pemantauan keadaan dan data kasus penyakit akibat karhutla," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks