PEKANBARU (RA) - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau (BEM FKIP Unri) dalam aksinya di depan Kantor Gubernur Riau, Jumat (23/10/2026), menyoroti dampak kabut asap yang mengganggu aktivitas pendidikan di Riau.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai persoalan kabut asap tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga menghambat proses pembelajaran.
Koordinator Lapangan, Syukri Hidayat, mahasiswa Unri Jurusan Pendidikan Kimia, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama ketika memasuki masa ujian dan penyelesaian tugas perkuliahan.
"Mahasiswa sekarang sedang menjalani PJJ dan sudah memasuki masa ujian. Kondisi kabut asap ini menjadi kendala dalam proses pembelajaran, terutama untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan," ujar Syukri Jumat (23/10/2026)
Ia juga menyoroti kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Pekanbaru meskipun sejumlah titik api di Riau sebelumnya telah padam.
Menurutnya, asap yang dirasakan masyarakat diduga juga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di daerah lain, seperti Jambi, Kalimantan, dan sekitar Palembang.
Syukri menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya ketika kebakaran terjadi.
Melalui aksi tersebut, BEM FKIP Unri berharap pemerintah memperkuat langkah penanganan dan pencegahan karhutla agar dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan dunia pendidikan tidak terus berulang.