Pencarian

Podcast Kelupas

DPRD Riau Soroti Kelangkaan Cabai, Minta Bantuan Petani Tak Dipangkas

Jumat, 23 Oktober 2026 • 13:05:46 WIB
DPRD Riau Soroti Kelangkaan Cabai, Minta Bantuan Petani Tak Dipangkas
Ketua Komisi II DPRD Riau, H Adam Syafaat, MA. (Foto: Pks Riau)

RIAU (RA) - Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat, meminta Pemprov Riau tidak memangkas bantuan untuk petani, terutama petani cabai. Dukungan pertanian dinilai penting untuk menjaga pasokan pangan dan menekan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Adam mengatakan, kelangkaan cabai dan tingginya harga beras perlu menjadi perhatian pemerintah. Selain faktor cuaca, distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan biaya produksi juga dapat memengaruhi pasokan serta harga pangan.

"Pemerintah harus tetap memperhatikan petani, terutama petani cabai. Walaupun kondisi keuangan daerah sedang defisit, bantuan untuk sektor pertanian jangan sampai diabaikan karena berpengaruh langsung terhadap ketersediaan bahan pokok," ujarnya, Jum'at (23/10/2026).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan, sebelumnya terdapat rencana pengembangan tanaman cabai seluas 200 hektare. Namun, menurutnya, anggaran program tersebut dikurangi sehingga dukungan kepada petani ikut terdampak.

Ia menyebut petani membutuhkan bantuan pupuk, bibit, obat-obatan, hingga alat penyemprot untuk menjaga produktivitas tanaman. Berkurangnya dukungan dikhawatirkan berdampak pada produksi dan pasokan cabai di pasaran.

"Target sebelumnya 200 hektare, tetapi anggarannya dikurangi. Bantuan yang diberikan itu pupuk, bibit, obat-obatan, dan alat semprot. Setelah kami hubungi, ternyata petani cabai sudah tidak ada lagi. Akhirnya cabai pun menjadi langka," jelas Adam.

Menurutnya, cabai merupakan salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian dalam pengendalian inflasi. Ketika pasokan berkurang dan harga naik, daya beli masyarakat dapat ikut tertekan.

Selain cabai, Adam menyoroti harga beras lokal yang disebut telah mencapai Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram. Ia menilai pemerintah perlu memastikan ketersediaan pasokan agar harga beras tetap terjangkau.

"Kalau barang mahal, berarti barang tersebut kemungkinan langka. Kalaupun tersedia, jumlahnya sedikit sehingga harga menjadi tinggi. Karena itu, ketersediaan pasokan harus benar-benar diperhatikan," katanya.

Adam juga menyinggung pengaruh cuaca dan distribusi BBM terhadap produksi serta penyaluran pangan. Ia menyebut pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa stok beras di Bulog masih mencukupi untuk kebutuhan hingga satu tahun ke depan. Namun, kondisi di lapangan tetap perlu dievaluasi.

"Kalau menurut Menteri Pertanian, stok beras di Bulog masih cukup untuk satu tahun ke depan. Namun, kondisi yang terjadi di lapangan perlu kita lihat dan evaluasi agar ketersediaan serta keterjangkauan harga beras benar-benar terjaga," tambahnya.

Adam berharap Pemprov Riau mengevaluasi anggaran sektor pertanian, terutama untuk komoditas pangan strategis. Ia meminta bantuan diberikan secara tepat sasaran agar petani dapat meningkatkan produksi dan pasokan pangan tetap terjaga.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks