ils/ int

Mantan Dirut PT PER Diperiksa, Terkait Dugaan Korupsi Kredit Macet

Rabu,11 September 2019 - 20:14:10 WIB Di Baca : 840 Kali

Riauaktual.com - Penanganan dugaan kredit macet di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), telah memasuki pemeriksaan belasan saksi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. 

Dari belasan saksi itu, ada nama Irhas Pradinata Yusuf, yang merupakan pejabat Direktur Utama (Dirut) PT PER di tahun 2011-2015.

Irhas dikatakan, Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni diperiksa awal pekan kemarin, oleh penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru.

Loading...

''Pemeriksaan IPY dilakukan Senin (9/9) kemarin. Statusnya merupakan mantan Dirut PT PER,'' kata Yuriza Antoni, Rabu (11/9/2019).

Proses pemeriksaan Irhas ini, sambung Yuriza dilakukan dalam statusnya sebagai saksi. Dimana sebelumnya telah diperiksa tiga orang tersangka. 

''Tujuannya untuk melengkapi berkas perkara tiga tersangka,'' sebut Yuriza. 

Tiga orang yang sudah ditetapkan tersangka adalah IH selaku Pimpinan Desk PMK PT PER, R selaku Analis Pemasaran, dan I yang merupakan salah satu Ketua Kelompok UMKM penerima kucuran kredit.

''Statusnya IPY ini sebagai saksi untuk tersangka IH, R, dan I,'' lanjut Yuriza.

IPY lanjut Yuriza sebelumnya sudah pernah dimintai keterangannya pada tahun 2014 hingga 2017 lalu. Sehingga, pemeriksaan Irhas ini merupakan pemeriksaan lanjutan. 

''Semua tergantung penyidik, karena jika dibutuhkan lagi. Ia bisa dipanggil kembali,'' jelas Yuriza.

Diketahui, pengusutan perkara dilakukan berdasarkan laporan manajemen PT PER ke Kejari Pekanbaru. Kredit yang diusut adalah penyaluran kredit bakulan atau kredit kepada UMKM pada Kantor Cabang Utama PT PER.

Diduga terjadi penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada tujuh perjanjian kredit atas nama tiga mitra usaha terkait perjanjian kredit sebesar Rp1.298.082.000, atas pencatatan laporan nominatif kredit 31 Desember 2014 hingga 31 Desember 2017.

Atas laporan itu, Korps Adhyaksa Pekanbaru itu kemudian melakukan pengusutan dan hingga akhirnya menaikan status perkara ke tahap penyidikan.

Dalam proses penyidikan, sejumlah saksi telah dimintai keterangannya. Seperti, Direktur PT PER, Rudi Alfian Umar. Lalu, Kusnanto Yusuf yang saat perkara itu terjadi adalah Direktur PT PER.

Selain itu, terdapat sejumlah saksi lainnya yang menjalani proses pemeriksaan. Dari PT PER, terdapat nama Irfan Helmi selaku mantan Pimpinan Desk PMK, Rahmiwati selaku Analis Pemasaran, dan Sari Sasni serta Yuli Rizki selaku Kasir.

Sementara itu, dari pihak swasta terdapat nama Sri Wahyu Utami, dan Syardawati Idham yang merupakan Ketua Koperasi Permata I Delima, serta Ketua Kelompok UMKM, Irawan Saryono. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...