foto: istimewa

GEMAK-PERI Minta BJB Pekanbaru Transparan Terkait Dugaan Kejahatan Perbankan 

Rabu,21 Agustus 2019 - 20:49:55 WIB Di Baca : 471 Kali

Riauaktual.com - Sekolompok massa mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Anti Kejahatan Perbankan Riau (GEMAK-PERI) melakukan unjuk rasa di Kantor Cabang BJB Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (21/8/2019) ini. 

Aksi ini menuntut pengelola Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Pekanbaru transparan menyampaikan ke publik terkait dugaan kejahatan perbankan yang terjadi di bank tersebut. 

Saat ini, dugaan kejahatan itu sedang diusut oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Loading...

Masa mengatakan, kejahatan yang dilakukan BJB adalah pengalihan agunan kredit milik nasabah. Disinyalir ada keterlibatan oknum pegawai di bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Banten itu, dalam persoalan tersebut.

Aksi dilakukan dengan berorasi menyampaikan tuntutan agar kejahatan yang terjadi tahun 2014 lalu diusut tuntas. 

Masa menilai, perbuatan tidak terpuji itu dilakukan, salah satunya oleh Indra Osmer Gunawan Hutahuruk selaku pejabat Analisis Kredit di BJB Pekanbaru kala itu.

''Kami meminta pihak Bank BJB untuk mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi, kesalahan yang diduga dilakukan Indra Hutahuruk yang telah melakukan pengalihan agunan,'' kata koordinator aksi Atan Farhan. 

Atan menegaskan, proses klarifikasi harus dilakukan. Agar masyarakat tahu apa yang sebenarnya terjadi. 

''Jika memang benar pihak Bank BJB tidak melakukan kesalahan, sebaiknya sampaikan ke publik,'' kata Atan.

Masa juga mendesak agar Indra Hutahuruk dihadirkan, untuk memberikan klarifikasi. 

''Hadirkan Indra Hutahuruk, karena kuat dugaan dialah otak pelakunya,'' teriak masa. 

Namun, sayang permintaan masa tidak bisa dipenuhi. Karena yang bersangkutan tidak lagi bertugas di BJB Pekanbaru.

''Kita tunggu minggu depan. Kalau tidak kami pastikan akan datang dengan jumlah massa yang lebih besar,'' tegasnya.

Gumilar yang mewakili pihak BJB mengatakan, akan menyampaikan  tuntutan pendemo ke pimpinan dan manajemen BJB Pekanbaru.

''Kami hanya bisa menerima aspirasi ini.
Selanjutnya akan terus ke pimpinan dan manajemen,'' kata perwakilan BJB Pekanbaru itu.

Menurut dia, manajemen BJB memberikan perhatian khusus terkait persoalan tersebut. Apalagi masalah ini telah bergulir di pihak penegak hukum.

''Ini akan menjadi konsern kami,'' sebut dia.

Dari informasi yang dihimpun, Kejari Pekanbaru sebagai institusi yang mendalami persoalan ini, tengah menunggu data atau dokumen dari BJB Pekanbaru. Itu dibutuhkan dalam proses penyelidikan guna pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

Namun sejauh ini, data yang diminta tak kunjung diberikan.

Sementara itu, sejumlah pihak telah dilakukan klarifikasi. Di antaranya, Pimpinan Cabang (Pimcab) Bank BJB Pekanbaru saat ini, Rachmat Abadi, dan mantan Manager Komersial, Robby Arta.

Lalu, Dani Sutarman yang merupakan Pimcab BJB Pekanbaru tahun 2014 lalu, dan seorang pihak swasta yang merupakan debitur BJB Pekanbaru, Fahri.

Tidak hanya itu, Indra Osmer Gunawan Hutahuruk selaku pejabat Analisis Kredit di BJB Pekanbaru juga telah menjalani proses yang sama. Untuk nama yang disebutkan terakhir itu diketahui telah beberapa kali menjalani proses pemeriksaan.

Masih dari informasi yang didapat, pengusutan itu dilakukan karena adanya informasi mengenai pengalihan agunan kredit oleh oknum pegawai BJB Pekanbaru.

Agunan itu sejatinya untuk mengcover kredit seorang debitur senilai Rp2 miliar yang dicairkan pada 2014 lalu. Di tengah jalan, agunan itu dialihkan ke pihak lain. Sayangnya, pembayaran angsuran kredit tersebut tidak berjalan mulus.

Saat macet itu lah timbul masalah. Dimana pihak bank tidak bisa mengeksekusi agunan itu karena sudah atas nama orang lain. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...