Erdilla Johan

DPMD Bengkalis Lakukan Penilaian Program Pendampingan dan Pemberdayaan

Rabu,10 Juli 2019 - 15:39:09 WIB Di Baca : 531 Kali


Riauaktual.com - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bengkalis melalui Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat ( P2M), Rabu (11/7/2019) melakukan Penilaian terhadap Pendamping terbaik, Koordinator kecamatan Terbaik , Bumdesa Terbaik serta UEK Terbaik Se Kabupaten Bengkalis.

Demikian disampaikan Kepala DPMD Bengkalis Yuhelmi melalui Kabid P2M Erdila Johan kepada sejumlah wartawan, menurutnya disamping melakukan penilaian pihaknya juga melakukan evaluasi kinerja terhadap fasilitator program.

"Kita telah membagi dua tim, masing - masing tim berjumlah 6 orang, dimana Tim 1 akan bergerak di wilayah  Gerbang Utama, Gerbang Laksamana dan Gerbang pesisir. Sementara untuk Tim II bergerak di wilayah di Gerbang Permata." kata Erdila. 

Loading...

Dipaparkannya total  keseluruhan anggota tim terdiri dari 12 orang, dari unsur  dinas dan pendamping tingkat kabupaten, yang akan melakukan penilaian Pendamping Desa se Kabupaten Bengkalis diawali dari wilayah kecamatan Bengkalis yang terus bekerja sampai tanggal 26 Juli 2019.

Penilaian tahun ini mewajibkan semua elemen Pendamping desa ikut serta tanpa terkecuali. 

"Kami sangat berharap Pendamping dapat menunjukan bukti kinerja yang optimal dilapangan sesuai yang ditugaskan selama ini. Terlebih bila ada inovasi pendampingan itu sangat baik, memback up kelemahan dari sisi lain." tambah Kabid P2M.

Dalam penilaian ini, tim juga melakukan evaluasi kinerja pendampingan selama tahun 2018 sampai sekarang.

"Jika hasil penilaian mengindikasikan kinerja di bawah standar alias lemah, dengan hasil  komunikasi di bawah standar, pembinaan tanpa alat bukti kuat, pemahaman regulasi minim, maka akan ada konsekwensi yang harus diterima dari hasil kinerja yang dilakukan tersebut," tegasnya.

Dikatakannya bahwa setiap Pendamping harus mampu memberikan kontribusi pendampingan yang diharapkan, walaupun tidak tertutup kemungkinan masih memiliki kekurangan.

Optimalisasi peran pendampingan tidak bisa ditawar-tawar lagi.  Karena peran pendamping sangat central dalam pemberdayaan masyarakat, dan pendampingan di bidang pembangunan desa.

"Kami melakukan evaluasi dan penilaian pada tahun ini mengedepankan asas profesionalitas dan objektif, ketika pendamping dari hasil evaluasi tidak memiliki kapasitas yang kuat maka akan menjadi bahan pertimbangan kami untuk tahun berikutnya. Dengan adanya kegiatan yang kami lakukan pada hari kami menerapkan sistem Reward and panishment yang bagus dan baik kami pertahankan dan beri penghargaan dan yang tidak maksimal tentunya ada konsekuensi." tutup Erdila Johan.(put)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...