JPU Hadirkan 3 Saksi di Sidang Pencemaran Nama Baik PWI

Selasa,07 Mei 2019 - 18:11:02 WIB Di Baca : 217 Kali

Riauaktual.com - Sidang lanjutan dugaan pelanggaran UU ITE, pencemaran nama baik PWI yang dilakukan terdakwa Simon Parlaungan, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis jalan Karimun, dengan agenda menghadirkan saksi pelapor, Selasa 7 Mei 2019 siang.

Terdakwa ini merupakan warga Jalan Bathin Batuah, Kel. Pematang Pudu, Kec. Mandau, Kab. Bengkalis-Riau. Dengan dihadiri tiga saksi yang memberatkan, yakni dari unsur PWI 2 orang, Alfis Nardo dan Budi Prayitno. Sedangkan 1 saksi lagi dari unsur masyarakat bernama DR Pical.

Sidang ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Zia Ul Jannah Idris, SH, dengan didampingi dua Hakim Anggota, Dr. Sutarno, SH. MH dan Aulia F. Widhola, SH. Sedangkan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis Aci Jaya Saputra, SH, dengan menghadirkan terdakwa, Simon Parlaungan.

Loading...

Dari keterangan saksi dihadapan Majelis Hakim dan JPU, bahwa terdakwa tersebut sudah berulang kali membuat status di media sosial facebook (FB), yang isinya menyudutkan PWI dan bahkan ke instansi lain, sampai dugaan penistaan agama.

“Memang pada awalnya, kami menyadari mungkin terdakwa melakukan kekhilafan, dengan menyudutkan PWI. Namun dengan sikap memaklumi dari kami ini tidak dianggap oleh terdakwa, dan bahkan terdakwa kembali membuat status di FB, dengan tudingan PWI melakukan korupsi, “terang saksi dari PWI Alfis.

Karena, lanjut Ketua PWI Kab. Bengkalis ini, terdakwa masih membuat status berisikan menyudutkan PWI, maka sesuai kesepakatan seluruh pengurus, sepakat melaporkan terdakwa ke pihak berwajib.
 
Selanjutnya, saksi memberatkan dari masyarakat, DR Pical melaporkan terdakwa Simon Parlaungan itu, lantaran dianggap telah melakukan penistaan agama di media sosial, soal terdakwa menanggapi hadiah yang diberikan oleh Bupati Bengkalis kepada Penghapal Al – quran 30 Jus itu, dituding dengan gratifikasi memberikan hadiah.

Sidang ini akan dilanjutkan pekan depan pada hari Selasa 14 Mei 2019, dengan agenda kembali menghadirkan saksi dari pihak lain. Menurut JPU Aci Jaya Saputra, SH, saksi yang akan dihadirkan di agenda pekan depan berjumlah sekitar 2 orang.

Terdakwa Simon Parlaungan ini, sebelumnya tidak henti-hentinya memposting beberapa status yang menyinggung sejumlah pihak, diantaranya Pemkab Bengkalis, DPRD Bengkalis dan PWI Bengkalis hingga sampai dugaan menistaan Agama, sehingga PWI dan salah satu warga melaporkan hal itu ke Polres Bengkalis.

Postingan Simon di FB diantaranya “Dengan semangat Tahun Baru 01 january. Mari kita bongkar kasus korupsi di PWI Bengkalis. Setuju ? “/“ KENAPA JAKARTA PUSAT LAMBAT SEKALI MEMBERANTAS KORUPSI DI PEMKAB. Bengkalis, kantor DPRD bengkalis, kantor PWI bengkalis?. Lalu. “KPK Jakarta Harus Serius Menangani Kasus Korupsi Seperti Gratifikasi Pemberian Hadiah Penghapal Al – quran 30 Jus.

Dia juga mengomentari spanduk Ustadz Abdul Somad yang berisikan kutipan Hadist Islam yang diriwayatkan Abu Daud Hasan, “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” dan dikomentari “Ajaran sesat… Jangan didengarkan. Kaum yang mana dimaksud Abu Daud Hasan?”. (put)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...