Pencarian

Podcast Kelupas

Mengapa Korban Meninggal karena Corona di Italia Lebih Banyak dari Korsel

Kamis, 19 Maret 2020 • 08:33:34 WIB
Mengapa Korban Meninggal karena Corona di Italia Lebih Banyak dari Korsel
Kasus corona di Korea Selatan. ©2020 AFP Photo/Jung Yeon-je

Riauaktual.com - Di tengah wabah corona yang terus memburuk di berbagai negara, perhatian dunia kini tertuju pada bagaimana meningkatkan kemampuan melakukan tes diagnosa kepada para terduga corona.

Meski tes pemeriksaan diketahui cukup efektif dalam hal mengurangi penularan, banyak ahli kini mulai menghubungkannya dengan data statistik yang menjadi perhatian--kemampuan orang bertahan dari penyakit corona. MenurutKent Sepkowitz, seorang ahli pengendalian infeksi di Memorial Sloan Kettering, New York yang menulis di CNN, hubungan antara keduanya tampak jelas sekali. Ambil contoh dua negara dengan wabah yang cukup luas.

Di Korea Selatan, mereka melakukan tes pemeriksaan cukup tinggi (3.629 tes per satu juta penduduk pada 8 Maret) dan angka kematian dari mereka yang terinfeksi cukup rendah (sekitar 0,6 persen atau 66 kematian pada perhitungan terakhir).

Sebaliknya, di Italia mereka melakukan tes sebanyak 826 orang per satu juta penduduk dan angka kematian dari mereka yang terinfeksi sepuluh kali lebih tinggi, lebih dari 1.000 orang sudah meninggal karena corona.

Lebih banyak tes pemeriksaan bisa menyelamatkan lebih banyak orang

tes pemeriksaan bisa menyelamatkan lebih banyak orang rev3

Lebih jauh lagi, cerita tentang orang sakit di Amerika Serikat yang mendatangi dokter dan rumah sakit meminta untuk dites tapi kemudian disuruh pulang karena mereka tidak masuk dalam kriteria orang yang harus dites membuat banyak kalangan berkomentar, kurangnya tes pemeriksaan akan membunuh kita semua.

Dikutip dari laman CNN, Selasa (16/3), sudah cukup jelas melakukan lebih banyak tes pemeriksaan bisa menyelamatkan lebih banyak orang dari penularan berikutnya. Paradigma "pertolongan pertama pada kecelakaan" cukup berhasil ketika ada obat yang cukup efektif terhadap corona. Beri segera antibiotik ketika terjadi sepsis (komplikasi infeksi), Anda selamat, kalau telat Anda meninggal.

Namun untuk virus corona tidak ada perawatan khusus. Memang sindrom kerusakan paru-paru yang cepat membuat pasien meninggal sering terjadi dalam kondisi klinis. Banyaknya terjadi infeksi dan kerusakan organ bisa menyebabkan hal yang sama.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks