Pencarian

Podcast Kelupas

Viral Dubai Chewy Cookie, Kenapa Tekstur Makanan Bisa Bikin Nagih?

Jumat, 15 Mei 2026 • 06:14:22 WIB
Viral Dubai Chewy Cookie, Kenapa Tekstur Makanan Bisa Bikin Nagih?
Dubai chewy cookie.

RIAUAKTUAL (RA) - Belakangan dessert dengan tekstur chewy dan creamy makin ramai di media sosial. Mulai dari mochi, boba, hingga yang terbaru Dubai chewy cookie, makanan dengan sensasi kenyal, lembut, atau lumer di mulut sering dianggap terasa lebih memuaskan saat dimakan.

Bukan cuma karena rasanya manis, tekstur makanan ternyata juga berperan dalam pengalaman makan seseorang. Lalu, kenapa tekstur chewy dan creamy bisa terasa lebih "nagih" dibanding makanan dengan tekstur biasa?

Dalam dunia ilmu pangan, tekstur makanan diketahui berperan besar dalam pengalaman makan seseorang. Tekstur chewy atau kenyal membuat makanan perlu dikunyah lebih lama, sehingga mulut dan otak menerima lebih banyak stimulasi sensorik selama proses makan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Food Quality and Preference menyebut tekstur menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kenikmatan dan penerimaan seseorang terhadap makanan. Tidak hanya rasa, otak juga memproses elastisitas, kelembutan, hingga sensasi "tarik" dari makanan saat dikunyah.

Selain itu, makanan yang lebih kenyal biasanya membuat orang makan lebih lambat dan mengunyah lebih banyak sebelum menelan. Penelitian dalam jurnal Physiology & Behavior menemukan proses mengunyah lebih lama berkaitan dengan peningkatan rasa kenyang dan kepuasan makan.

Bukan cuma teksturnya, suara dan sensasi gigitan saat mengunyah juga ikut memengaruhi kenikmatan makan. Studi mengenai sensory eating dalam jurnal Food Quality and Preference menunjukkan otak turut memproses suara kunyahan dan perubahan tekstur selama makanan dikunyah di mulut.

Karena itu, makanan seperti mochi, boba, atau chewy cookie sering terasa lebih "satisfying" bagi sebagian orang. Sensasi kenyal yang bertahan lebih lama di mulut membuat pengalaman makan terasa lebih menarik dibanding makanan dengan tekstur yang cepat hancur saat digigit.

Selain chewy, tekstur creamy juga menjadi salah satu sensasi yang banyak disukai dalam dessert maupun minuman. Tekstur ini identik dengan lembut, halus, dan mudah lumer di mulut, sehingga sering memberi rasa nyaman saat dimakan.

Dalam dunia ilmu pangan, tekstur creamy dikenal dapat meningkatkan mouthfeel atau sensasi yang dirasakan di dalam mulut saat makan. Tekstur yang lembut membuat makanan terasa lebih "rich" dan indulgent, terutama karena banyak makanan creamy mengandung lemak yang membantu memperkuat rasa dan aroma makanan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Flavour menyebut lemak berperan penting dalam menciptakan sensasi menyenangkan saat makan karena dapat memengaruhi rasa, aroma, hingga tekstur makanan di mulut. Karena itu, makanan creamy sering terasa lebih memuaskan dibanding makanan dengan tekstur yang lebih ringan atau cair biasa.

Selain itu, studi dalam jurnal Current Opinion in Food Science menjelaskan tekstur lembut dan halus cenderung diasosiasikan otak dengan rasa nyaman dan pengalaman makan yang menyenangkan. Tak heran banyak comfort food memiliki tekstur creamy, seperti es krim, mousse, puding, hingga berbagai dessert berbasis krim.

Perpaduan rasa manis dan tekstur lembut juga membuat makanan creamy terasa lebih mudah dinikmati. Saat makanan perlahan lumer di mulut, otak menerima kombinasi sensasi rasa dan tekstur yang dapat meningkatkan kenikmatan saat makan.

Tak heran makanan seperti mochi, boba, atau chewy cookie terasa lebih "nagih" bagi sebagian orang. Namun, banyak dessert dengan tekstur chewy dan creamy juga mengandung gula dan kalori yang cukup tinggi, sehingga tetap perlu dikonsumsi secukupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks