PEKANBARU (RA) - Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau menemui massa aksi yang tergabung dalam Aliansi G-M13 Mei Melawan, Rabu (13/5/2026).
Ratusan mahasiswa itu diterima oleh Anggota Komisi I Andi Darma Taufik bersama Anggota Komisi III DPRD Riau Abdullah.
Dikatakan Andi Darma, sebagai lembaga yang mewakili suara masyarakat, pihaknya dengan lapang hati menerima kehadiran mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi.
"Kami paham betul, bahwa mahasiswa berperan sebagai agen perubahan. Dan kami sebagai wakil rakyat, dengan senang hati menerima masukan ataupun aspirasi yang disuarakan," kata Andi Darma.
Terhadap tuntutan massa aksi, dikatakan Andi Darma, pihaknya akan segera menindak lanjuti hal tersebut. Sebagai langkah awal, DPRD Riau akan menggelar audiensi dengan ratusan mahasiswa yang merupakan perwakilan masing-masing kampus.
"Senin depan kita audiensi. Kemungkinan akan digelar siang, karena jam 10 ada paripurna. Setelahnya, akan kita terima mahasiswa, 10 orang per kampus. Infonya tadi ada 13 kampus, berarti ada sekitar 130 orang," kata Andi Darma.
Dikatakannya, DPRD Riau berkomitmen dalam memberikan solusi atas apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Hanya saja, perlu memikirkan langkah konkret terlebih dahulu.
"Ada 12 tuntutan. Nantinya akan kita skemakan dulu, apa saja yang menjadi kewenangan provinsi dan bersifat prioritas. Dan apa yang menjadi solusi terbaik bagi infrastruktur, karena kan kita juga tengah menghadapi kesulitan anggaran, dikarenakan transfer pusat yang juga berkurang," kata Andi Darma.
Adapun isu yang disuarakan ratusan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Riau, diantaranya nasib guru honorer yang tak kunjung menjadi PPPK, infrastruktur pendidikan di daerah 3 T, transparansi beasiswa Pemprov Riau hingga isu ketenagakerjaan.
Kemudian pemerataan infrastruktur rumah sakit di kabupaten kota, hibah dana pada instansi vertikal yakni Polda, TNI dan Kejati Riau, hingga isu pariwisata yang tidak dimanfaatkan secara optimal.