Pencarian

Podcast Kelupas

Petinggi UNRI Datangi TKP Kematian Mahasiswa S2 Anestesi di Siak, Ikuti Olah TKP Bersama Polisi

Sabtu, 18 Juli 2026 • 17:36:00 WIB
Petinggi UNRI Datangi TKP Kematian Mahasiswa S2 Anestesi di Siak, Ikuti Olah TKP Bersama Polisi
Satreskrim Polres Siak kembali melakukan olah TKP penemuan jasad mahasiswa Pascasarjana Anestesi Fakultas Kedokteran Unri, Sabtu (18/7/2026).

SIAK (RA) - Satreskrim Polres Siak kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan jasad mahasiswa Program Pascasarjana (S2) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Riau (UNRI), Sabtu (18/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, sejumlah petinggi UNRI turut hadir untuk melihat langsung perkembangan penyelidikan.

Rombongan UNRI yang hadir terdiri dari Wakil Rektor I, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, serta Dekan Fakultas Kedokteran UNRI.

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr. Raja Kosmos mengatakan, kehadiran pihak universitas merupakan bentuk kepedulian terhadap mahasiswa mereka sekaligus untuk mengetahui secara langsung proses penanganan perkara yang dilakukan kepolisian.

"Kita kedatangan tamu dari Universitas Riau terkait penemuan mayat mahasiswa S2 Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Di sini hadir Wakil Rektor I, Dekan Fakultas Kedokteran, dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan," kata Raja Kosmos.

Sebelum menuju lokasi penemuan jasad, rombongan terlebih dahulu mendatangi Mapolres Siak. Di sana, penyidik memaparkan kronologi kejadian, langkah-langkah penyelidikan yang telah dilakukan, serta penanganan medis yang melibatkan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes).

"Ini bentuk kepedulian dari pihak Universitas Riau terhadap mahasiswanya sehingga mereka ingin mengetahui secara lebih detail penanganan perkara ini," ujarnya.

Setelah mendapatkan penjelasan di Mapolres, rombongan kemudian dibawa ke lokasi penemuan jasad. Polisi menjelaskan secara langsung proses olah TKP yang telah dilakukan sejak awal penanganan kasus.

"Di sini kami menjelaskan bagaimana proses olah TKP yang telah dilakukan sehingga pihak universitas mengetahui secara langsung apa yang telah dikerjakan penyidik," jelas Raja.

Ia juga mengapresiasi perhatian pihak Universitas Riau yang turun langsung mengikuti perkembangan penyelidikan.

"Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dari pihak Universitas Riau, terutama Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, dan Dekan Fakultas Kedokteran yang hadir sehingga dapat mengetahui secara pasti perkembangan penanganan perkara ini," tuturnya.

Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban, termasuk terkait informasi adanya luka dan lebam pada tubuh mahasiswa tersebut.

Raja menegaskan, penyidik masih menunggu hasil autopsi secara lengkap sebelum menyampaikan keterangan resmi kepada publik.

"Hasil autopsi belum keluar secara utuh. Nanti akan dijelaskan oleh ahlinya dari Bidokkes," tegasnya.

Hingga kini, Satreskrim Polres Siak masih terus mendalami kasus tersebut dengan menunggu hasil autopsi lengkap dan pemeriksaan medis sebagai dasar untuk menentukan penyebab pasti kematian korban serta arah penyelidikan selanjutnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks