Pencarian

Podcast Kelupas

FKPMR Sayangkan Kerusuhan di DPRD Riau, Desak Ada Sanksi Tegas

Jumat, 17 Juli 2026 • 15:13:00 WIB
FKPMR Sayangkan Kerusuhan di DPRD Riau, Desak Ada Sanksi Tegas
Ketua FKPMR, Mambang Mit.

PEKANBARU (RA) - Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) sangat menyayangkan insiden kerusuhan yang terjadi di Kantor DPRD Riau saat pelaksanaan rapat Badan Anggaran (Banggar), Kamis (16/7/2026) kemarin.

Ketua FKPMR, Mambang Mit menilai kericuhan yang melibatkan dua kelompok pendukung anggota DPRD Riau dari Fraksi Partai Golkar tersebut mencoreng citra lembaga legislatif sebagai representasi masyarakat dan tempat memperjuangkan kepentingan publik.

"DPRD itu adalah rumah rakyat, tempat bermusyawarah, berdebat gagasan, dan memperjuangkan kepentingan publik. Bukan arena perkelahian maupun pelampiasan emosi," kata Mambang Mit.

Dikatakannya, insiden ini juga bertentangan dengan nilai-nilai budaya Melayu yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Riau, yakni falsafah Adat Bersendi Syara', Syara' Bersendi Kitabullah, Syara' Mengata Adat Memakai.

Ia menegaskan bahwa setiap perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui musyawarah, mengedepankan adab, serta mengutamakan akal sehat, bukan dengan tindakan kekerasan.

Atas kejadian tersebut, FKPMR mendesak pimpinan DPRD Provinsi Riau segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan internal, menertibkan akses bagi massa pendukung, serta memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti melanggar tata tertib.

"FKPMR juga meminta Ketua DPD Partai Golkar Riau dan Ketua Umum DPP Partai Golkar melakukan pembinaan terhadap kader maupun simpatisan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan tidak mencoreng nama baik partai maupun lembaga legislatif," katanya.

FKPMR turut meminta aparat penegak hukum mengusut insiden tersebut apabila ditemukan adanya unsur tindak pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Mambang Mit mengingatkan bahwa jabatan politik merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Sebagai bagian dari unsur Tali Berpilin Tiga, FKPMR menyatakan memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar menjalankan kekuasaan dengan menjunjung tinggi etika dan adab.

"FKPMR tidak ingin peristiwa ini menjadi preseden buruk. Jangan sampai karena ulah segelintir orang, marwah 65 anggota DPRD Riau dan kepercayaan sekitar tujuh juta masyarakat Riau ikut tercoreng," ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran agar ruang-ruang demokrasi tetap diisi dengan perdebatan yang sehat, bermartabat, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Riau membutuhkan wakil rakyat yang bertarung dengan gagasan dan mengedepankan akhlak di ruang rapat, bukan bertarung secara fisik di lorong kantor," tutupnya.

Bagikan
Sumber: Sri Wahyuni

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks