Pencarian

Podcast Kelupas

Kematian Dokter PPDS Anestesi di Siak Masih Misterius, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Sabtu, 18 Juli 2026 • 13:27:16 WIB
Kematian Dokter PPDS Anestesi di Siak Masih Misterius, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua.

PEKANBARU (RA) - Misteri kematian dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi Universitas Riau, Alex Cristo Loris (30), yang ditemukan meninggal dunia di samping pagar luar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian Siak, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, masih dalam penyelidikan.

Ditreskrimum Polda Riau telah memeriksa empat saksi untuk mengungkap peristiwa tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua mengatakan jumlah saksi yang diperiksa akan bertambah. Satu orang lainnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Senin mendatang.

"Jumlah saksi yang sudah diperiksa ada empat orang. Nanti akan dikembangkan lagi, hari Senin satu saksi lagi diperiksa sehingga menjadi lima orang," kata Hasyim, Sabtu (18/7/2026).

Selain memeriksa saksi, penyidik masih menunggu hasil lengkap autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian Alex.

Hasyim mengatakan kepolisian belum dapat mengambil kesimpulan terkait penyebab kematian korban sebelum hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh diterima.

"Kami masih menunggu hasil autopsi. Karena ini berbicara masalah medis, yang nanti menyampaikan adalah ahli forensik kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban belum menjalani pemeriksaan. Polisi memahami keluarga masih dalam suasana duka setelah kehilangan Alex.

"Dari pihak keluarga sampai saat ini masih berduka. Mereka masih menunggu untuk dilakukan pemeriksaan," kata Hasyim.

Penyidik memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan. Perkembangan terbaru akan disampaikan setelah pemeriksaan saksi dan hasil forensik memberikan petunjuk lebih lanjut.

"Untuk perkembangan penyelidikan nanti akan kami informasikan," tutupnya.

Sebelumnya, pemeriksaan awal tim dokter forensik Biddokkes Polda Riau menemukan sejumlah luka pada tubuh Alex. Di antaranya luka berbentuk titik yang disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri.

Tim forensik juga menemukan memar pada bagian kepala yang disebut akibat benturan benda tumpul. Selain itu, terdapat sejumlah luka pascakematian yang diduga berasal dari gigitan serangga.

Namun, temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian Alex.

Tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan berupa histopatologi dan toksikologi forensik.

Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah sampel, termasuk darah, urine dan organ tubuh korban.

"Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap penyebab pasti kematian Alex sekaligus memberikan petunjuk lebih lanjut dalam proses penyelidikan," tutup Hasyim.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks