Sesak Napas Akibat Asap? 21 Puskesmas di Pekanbaru Sediakan Oksigen Gratis

Jumat, 23 Oktober 2026 | 14:47:53 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto.

PEKANBARU (RA) - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Pekanbaru hingga Jumat (23/10/2026) siang. 

Di tengah kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan layanan kesehatan tetap siaga, termasuk menyediakan oksigen di seluruh Puskesmas untuk mengantisipasi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Sebanyak 21 Puskesmas di Kota Pekanbaru disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai kebutuhan medis guna mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Salah satunya dengan menyediakan oksigen di setiap Puskesmas apabila kondisi kesehatan masyarakat memburuk.

"Setiap Puskesmas juga sudah kita siapkan oksigen, untuk mengantisipasi jika kondisi memburuk," kata Hazli.

Ia memastikan, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap dapat mendatangi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis.

Ketersediaan oksigen tersebut, menjadi salah satu langkah antisipasi untuk memastikan warga yang membutuhkan penanganan medis dapat segera memperoleh pertolongan di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Selain layanan pengobatan, Diskes Pekanbaru juga menyediakan masker gratis di Puskesmas. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi risiko paparan partikel berbahaya dari kabut asap yang masih menyelimuti wilayah perkotaan.

Berdasarkan informasi kualitas udara yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Pekanbaru berada pada kategori tidak sehat. 

Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Hazli mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Warga juga diminta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi buah-buahan dan vitamin untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Hazli kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul selama kabut asap. Jika mengalami gangguan pernapasan atau kondisi kesehatan memburuk, masyarakat diminta segera mendatangi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Terkini

Terpopuler