ilustrasi (int)

Simelon Kerap Hilang, 2018 Disperindag Pekanbaru Lakukan Program Ini

Minggu,12 November 2017 - 14:03:59 WIB Di Baca : 2343 Kali

Riauaktual.com - Sudah hampir dua bulan terkhir ini, gas epiji 3 kg masih langka di Pekanbaru. Bahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru bersama pihak Pertamina sudah melakukan sidak untuk menelusuri penyebab sulitnya masyarakat dalam memperoleh gas subsidi.

Dari hasil sidak berbagai temuan ditemukan dilapangan. Mulai dari pemakaian gas yang tidak tetap sasaran. Dimana pelaku usaha yang beronset 5 juta perhari masih menggunakan gas subsidi ini. Padahal  peruntukan gas melon hanya untuk masyarakat yang ekonomi menengah kebawah.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Pekanbaru Mas Irba Sulaiman, mengatakan bahwa tahun 2018 mendatang pihaknya tengah mempertimbangkan pemisahan pangkalan elpiji bersubsidi bagi kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha dengan omzet di bawah Rp1 juta/hari.

"Selama ini antara warga dan pelaku usaha yang berhak mendapat elpiji subsidi berbaur. Ini yang kami upayakan agar distribusi lebih tepat," ujarnya ketika dihubungi, Minggu (12/11) melalui telpon seluler.

Irba menambahkan, guna mewujudkan rencana tersebut. Pihaknya akan menjalin komunikasi dengan pihak Pertamina. Sebagai langkah awal, akan ada empat kecamatan yang dijadikan proyek percontohan langkah pemisahan pangkalan tersebut.

"Adapun empat kecamatan yang dimaksuda adalah kecamatan Tampan, Bukit Raya, Pekanbaru Kota dan Rumbai," ungkapnya.

Menurut Irba, dalam pelaksanaannya pihak pangkalan hanya dibenarkan melayani pelaku usaha yang sudah memiliki izin usaha mikro kecamatan (IUMK). Sementara omzet pelaku usaha yang memperoleh elpiji subsidi harus di bawah Rp1 juta per hari.

"Dari pengawasan kami, memang ada peningkatan pemakaian elpiji subsidi setiap tahunnya. Mayoritas pengguna ini dari kalangan usaha," paparnya.

Irba berharap, dengan adanya langkah tersebut. Maka kelangkaan elpiji yang hingga kini masih terjadi di sejumlah titik di Kota Pekanbaru dapat teratasi.

"Dengan pemisahan ini, diharapkan bisa menjadi solusi dari kelangkaan. Sehingga kedepannya tidak ada lagi keluhan masyarakat yang sulit untuk memperoleh gas melon," tutupnya. (saf)

Share Tweet Google + Cetak

Loading...
Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com