Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang widjojanto di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6/2019). Foto Jawa Pos

Prabowo-Sandi Siapkan Kejutan Efek ‘Wow’ di MK

Senin,17 Juni 2019 - 19:12:48 WIB Di Baca : 372 Kali

Riauaktual.com - Mahkamah Konstitusi (MK) sepertinya memang menjadi ‘medan pertempuran’ terakhir Prabowo-Sandi. Karena itu, mereka pun sudah mempersiapkan segala sesuatu dalam sidang sengketa Pilpres 2019.

Bahkan, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun mengaku sudah mempersiapkan kejutan dengan efek ‘wow’ dalam sidang di MK.

Demikian disampaikan Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso di Media Center Prabowo-Sandi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Loading...

Kejutan efek ‘wow’ yang dimaksud mantan politisi Partai Golkar itu adalah dengan menghadirkan saksi-saksi yang dipersiapkan untuk tampil di persidangan MK.

“Saksi-saksi yang kami ajukan mudah-mudahan ada saksi yang tampil apa adanya dan memuat temuan kami, kita tunggu,” ujar Priyo.

Untuk melancarkan hal itu, kata anak buah Tommy Soeharto itu, pihaknya juga sudah melakukan konsultasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Hal itu dilakukan untuk memberikan perlindungan sekaligus menjaga keselamatan para saksi yang dijukan oleh kubu 02.

Meski LPSK menyatakan memiliki kewenangan sebagas melindungi saksi berkaitan pidana, BPN tetap berharap saksi mereka untuk sidang di MK.

“Tetapi kami berharap saksi-saksi ini yang kami harapkan bercerita apa adanya juga dikabulkan untuk dilindungi LPSK,” tutup Sekjen Partai Berkarya itu.

Sebelumnya, Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade berharap, semua saksi yang hadirkan dalam sidang di MK itu bisa mendapat perlindungan dari LPSK.

Andre Rosiade mengatakan, keterlibatan LPSK diperlukan untuk dapat menjamin rasa keamanan bagi saksi dan ahli yang dihadirkan oleh kubu 02.

Apalagi ini terkait untuk kepentingan pembuktian pada persidangan sengketa di MK.

“Setidaknya hingga saat ini sudah ada lebih kurang 30 saksi yang bersedia membongkar bukti kecurangan Pilpres 2019,” kata Andre, Minggu (16/6/2019).

Wasekjen Partai Gerindra itu menyatakan, para saksi itu berasal dari sejumlah daerah di seluruh Indonesia.

“Mereka meminta jaminan keselamatan sebelum, saat, dan sesudah datang ke (MK) Jakarta untuk bersaksi,” lanjutnya.

Andre melanjutkan, BPN mengusulkan untuk dapat menjamin keselamatan saksi saat tengah memberikan keterangan di persidangan, pemberian keterangan dapat menggunakan sejumlah metode LPSK.

Misalnya, bersaksi dari jarak jauh menggunakan teleconference, berbicara di ruangan bertirai hitam untuk menyamarkan lokasi saksi, hingga dengan menyamarkan sejumlah informasi tentang saksi demi keselamatan pribadi.

Tidak hanya bagi saksi yang akan memberikan keterangan dalam persidangan, tim hukum Prabowo-Sandi juga mendorong agar LPSK turut melindungi dan menjamin keamanan seluruh hakim MK.

“Agar semua hakim terlepas dari bentuk intervensi dan ancaman dalam memutuskan sengketa Pilpres 2019,” pungkasnya.

 

Sumber: pojoksatu.id


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...