Beredar kabar melalui media sosial bahwa hujan yang belakangan terjadi menyebabkan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat terbelah. Foto: Ist

Santer Kabar Gunung Salak Bogor Terbelah, Ini Penjelasan BNPB

Ahad, 27 September 2020 - 20:15:37 WIB Di Baca : 683 Kali


Riauaktual.com - Beredar kabar melalui media sosial bahwa hujan yang belakangan terjadi menyebabkan Gunung Salak, Bogor terbelah. Setelah dicek Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kejadian itu merupakan salah satu titik longsoran yang dipicu hujan lebat pada Senin 21 September 2020.

Berdasarkan laporan Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) Gunung Salak 1 pada Kamis 24 September 2020, curah hujan mengakibatkan debit air Sungai Cikedung meluap dan longsoran di bibir sungai.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, wilayah yang dipantau adalah Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Ini adalah hasil identifikasi di lapangan hingga jalur Sungai Cikedung dari hulu atau puncak Salak 3 sampai hilir (Palalangon).

“Luapan Sungai Cikedung juga dipicu oleh rusaknya jalur sungai seperti pendalaman dan pelebaran jalur sungai serta kerusakan lain di bagian hilir," ujar Doni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 26 September 2020 kemarin sebagaimana dikutip dari Sindonews.com.

Beberapa catatan terkait kerusakan yang teridentifikasi yakni tertutupnya akses jalan dari Kampung Palalangon dan Kampung Loji dan longsor di tiga wilayah yang menimpa rumah warga, musala, dan jembatan penghubung Palalangan dan Loji.

Hasil survei hulu Sungai Cikedung dan Cisereh di puncak Gunung Salak 3 menyebutkan terdapat longsoran di sepanjang bibir hulu sungai akibat hujan deras pada Senin lalu. Di samping itu, Tim Resort Salak 1 dan Pusat Swaka Elang Jawa (PSSEJ) tidak menemukan adanya bekas penebangan liar. 

Bencana longsor akibat fenomena alam. Kayu yang dibawa air sungai merupakan longsoran sepanjang aliran sungai. Pada saat kejadian tinggi air sungai di hulu atau puncak Salak 3 cukup tinggi dan air terpecah di lokasi pesawahan dan ladang atau kebun masyarakat.

Pada cuaca normal aliran air sungai sangat kecil dan akan sangat besar ketika hujan deras atau ekstrem. Menyikapi itu, Doni meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengingatkan masyarakat yang berada di bagian bawah dan sekitar kawasan agar berhati-hati. “Jangan sampai kena material longsor. Kalau ada yang berisiko ambil langkah mengungsi selama musim hujan,” imbaunya.





Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com