Rommy saat tiba di KPK (int)

Alasan KPK Segel Ruang Menteri Agama

Sabtu,16 Maret 2019 - 10:18:40 WIB Di Baca : 195 Kali

Riauaktual.com - Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengungkapkan alasan KPK menyegel ruang kerja milik Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin dan ruangan Sekertaris Jenderal Kementrian Agama (Kemenag) Nur Kholis. Diketahui, sejumlah ruangan di kantor Kemenag pusat langsung disegel setelah tangkap tangan yang melibatkan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy di Jawa Timur, Jumat (15/3) kemarin.

"Ada kebutuhan proses penyelidikan," ujar Febri di Gedung KPK Jakarta, Sabtu (16/3).

Febri menjelaskan, karena saat ini masih dalan tahap penyelidikan, sehingga  proses lanjut tentu akan dilakukan tindakan -tindakan awal termasuk penyegelan. "Pokok perkaranya ini kan terkait dengan pengisian jabatan. Ada beberapa bukti-bukti yang perlu dilakukan pencarian di kantor Kementerian Agama," ucap Febri.

Loading...

Sebelumnya, Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag, Mastuki membenarkan adanya penyegelan di sejumlah ruangan di kantor pusat Kemenag. "Kami bantu pemeriksaan termasuk ruang menteri agama dan ruang Sekjen," ucapnya

Mastuki menerangkan, penyegelan tersebut dilakukan petugas KPK sekitar Pukul 17.30 WIB. Sebelumnya KPK telah mengantongi izin dari pihak keamanan.  "Petugas KPK datang ke kantor sudah tutup jam kantor, sekitar 17.30," kata Mastuki. Dia menyatakan, Kemenag akan bersikap kooperatif membantu segala proses yang berkaitan dengan OTT KPK. .

Sementara Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan pihaknya telah lama menyelidiki dugaan transaksi terkait pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) yang diduga melibatkan Romi. "Sudah lama. Sudah lama (intai Romahurmuziy)," kata Agus di Gedung KPK Jakarta, Jumat (15/3) kemarin.

Bahkan, Agus mengungkapkan, dari proses identifikasi sementara, KPK menemukan adanya dugaan transaksi terkait jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang diduga melibatkan Romi telah terjadi berulang kali.

"Yang perlu dicatat itu bukan pemberian yang pertama karena sebelumnya juga yang bersangkutan pernah memberikan," ujarnya.

Romi dan empat orang lainnya diamankan KPK di Jawa Timur. Kelimanya diduga melakukan suap terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama baik di pusat ataupun di daerah.

Selain menangkap kelimanya, tim KPK juga mengamankan uang ratusan juta rupiah dengan pecahan seratus ribu rupiah. Uang itu diduga bagian suap atau fee atas pengaturan jabatan tersebut.

 

Sumber: republika.co


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...