Ada Potongan tubuh terlempar hingga 70 meter, ini fakta kasus istri dan anak yang ledakkan diri di Sibolga

Kamis,14 Maret 2019 - 18:41:50 WIB Di Baca : 423 Kali

Riauaktual.com - Terjadi ledakan yang diduga bom rakitan di Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Selasa (12/3/2019) sekira pukul 15.00 WIB. Lokasi ledakan terjadi di Jalan Cendrawasih, Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga. Ratusan personil gabungan TNI/Polri dikerahkan ke Jalan Cenderawasih Kota Sibolga, Sumatera Utara atau tepatnya di depan Masjid Al Mukhlisin, diduga adanya suara mengelegar diduga ledakan bom di salah satu rumah warga. Berikut fakta-fakta dan kronologinya dari berbagai sumber.

Ledakan terjadi saat penggrebekkan

Ledakan ini terjadi di rumah milik salah seorang warga  yang akrab disapa Up (26) tepatnya di depan Masjid Al-Muklisin.  Up diketahui bekerja sebagai mekanik listrik. Akibat ledakan ini mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka. Di antaranya Na (42). Na sehari-harinya bekerja sebagai Nelayan. Sedangkan seorang korban lagi belum diketahui identitasnya, yang juga bekerja sebagai Nelayan. Kedua korban tersebut, telah dibawa ke RS Metta Medika Kota Sibolga

Lakukan Sterilisasi radius 100 meter

Kemudian, sekitar pukul 15.15 WIB, personel Densus 88 Mabes Polri melakukan sterilisasi lokasi ledakan. Warga dilarang mendekat dalam radius 100 meter dari lokasi kejadian.

Loading...

Abu Hamzah ditangkap

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol M Iqbal membenarkan adanya penggerebekan dan  penangkapan terduga teroris tersebut. "Telah diamankan diduga pelaku teroris atasnama Husain a.k.a Abu Hamzah di Sibolga Sumut," kata Iqbal lewat siaran, Selasa (12/3/2019). Ditanya sejak kapan para terduga pelaku diburu, Jenderal bintang dua ini belum menjawab pertanyaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat akan dilakukan pengecekan awal di rumah pelaku, sekitar pukul 14.50 WIB terjadi bom meledak yang melukai petugas. Di dalam rumah pelaku, diduga ada Isteri dan anaknya. "Saat ini Tim Densus 88 Anti Teror dan Polres Sibolga dibantu oleh tokoh-tokoh masyarakat sedang melakukan upaya negoisiasi, agar istri dan anak pelaku menyerahkan diri," tutup Iqbal.

Pelaku merupaka jaringan PS

Informasi sementara, terduga pelaku yang diamankan di Sibolga itu diduga salah satu jaringan PS di Lampung yang sudah ditangkap sehari sebelumnya. Dalam penangkapan di Lampung itu, Polisi menyita sebuah bom rakitan bentuk paralon dari tangan terduga teroris RIN alias Putra Syuhada. "Sudah bentuk paralon, belum terurai, dan itu yang diamankan, dan diteliti apa kandungan isi paralon itu," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/3/2019).

Polisi sempat mendobrak pintu

Rahmad Noveri yang merupakan Kepala Lingkungan III kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, menceritakan kronologi kejadian ledakan bom. Diungkapkannya, Selasa (12/3/2019) pukul 14.00 WIB ia ditelepon pihak kepolisian dan meminta mendampingi penggerebekan terhadap seorang warga berinisial U. Sebelum penggerebekan dilakukan, Rahmad diberi waktu membujuk U untuk menyerahkan diri. Namun usaha itu tidak membuahkan hasil. Usai negoisasi berlangsung satu jam dan tidak membuahkan hasil, pihak kepolisian dibantu paman pelaku pun mendobrak pintu rumah U. Saat pintu berhasil didobrak terdengar ledakan kuat diduga bom yang dilemparkan U. "Jadi pas pintu berhasil kita dobrak, langsung ada ledakan kuat," cerita Rahmad. Akibat ledakan tersebut, satu orang polisi dan paman pelaku peledakan bernama Nain mengalami luka serius dan sekarang dalam perawatan intensif di RS Metta Medika.

Sempat bernegosiasi

Mabes Polri mengungkap proses negosiasi pihaknya dengan istri Husain alias Abu Hamzah agar tak meledakkan diri dengan bom di kediamannya, di Sibolga, Sumatera Utara. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan negosiasi itu dilakukan sejak penangkapan suaminya pada Selasa (12/3/2019) siang hingga Rabu (13/3) dini hari. Dedi mengungkap Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto memimpin negosiasi bersama Kapolres, Bupati dan Dandim setempat menggunakan pengeras suara masjid. "Jadi nego itu dipimpin oleh kapolda sendiri, bersama kapolres, bupati serta dandim. Justru kita menggunakan pengeras suara masjid, takmir masjidnya juga didengar suaranya," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2019). Aparat kepolisian tidak langsung masuk ke kediaman terduga teroris. Alasannya, kepolisian mengutamakan keselamatan jiwa orang yang berada dalam rumah juga petugas. Jenderal bintang satu itu mengatakan terdengar suara ledakan dari pukul 01.20 WIB sampai jam 01.40 WIB. "Kami belum mendekat ke TKP dulu, karena khawatir ada ledakan susulan. Ternyata benar, selang beberapa menit terjadi susulan ledakan kembali. Sehingga terjadi kebakaran di rumah," kata dia.

Polisi segera panggil pemadam kebakaran

Karena itu, aparat kepolisian memanggil pemadam kebakaran (damkar) untuk memadamkan api agar tidak meluas karena lokasinya padat penduduk. "Kalau tidak segera dipadamkan akan terjadi kebakaran yang cukup luas. Api berhasil dipadamkan sekitar jam 04.00 WIB. Pagi baru aparat berhasil mengevakuasi tubuh korban dan siang ini baru bisa diidentifikasi," tutur mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.

Potongan tubuh terlempar hingga 70 meter

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto ikut mensterilkan lokasi ledakan bom di rumah terduga teroris Abu Hamzah yang berada di Jalan Cendrawasih, gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Rambu, Kecamatan SibolgaSambas, Kota Sibolga, Rabu (13/3/2019) Pantauan di lapangan, orang nomor satu di Polda Sumut ini tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dan selesai sekitar pukul 19.00 WIB. Empat jam kemudian, pria dengan bintang dua ini menyatakan pihaknya menemukan potongan tubuh dan daging yang diduga itu istri dari terduga teroris Abu Hamzah. "Kita tunggu hasil dari DVI mengenai apakah itu serpihan dari dua tubuh atau satu tubuh," ujar Irjen Pol Agus Andrianto saat ditanya mengenai serpihan tubuh yang ditemukan itu dari satu tubuh atau dua tubuh.

Anak pelaku tewas akibat bom bunuh diri

Mengenai apakah anak terduga teroris juga turut meninggal dalam bom bunuh diri, Irjen Pol Agus Andrianto juga menyatakan tunggu hasil dari DVI. Pihaknya sudah mengamankan beberapa bahan peledak yang ditanam diseputaran rumah Abu Hamzah. "Jadi yang kita temukan itu dibawa ke Polres Tapteng untuk Diledakkan dan tidak jadi kita ledakkan di sini mengingat banyak warga di sini,"terangnya.

Imbauan pihak kepolisian

Untuk itu, pihaknya tetap berharap kepada warga untuk tidak pulang dulu ke rumah. "Mengingat masih banyak bahan peledak yang bisa suatu waktu meledak,"katanya. Ia menyatakan untuk hari ini, diberhentikan dulu dan esoknya, Kamis (14/3/2019) pihaknya akan meledakkan bom di Polres Tapteng. "Pagi rencana akan kita ledakkan," ujarnya.

 

Sumber: planet.merdeka.com


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...