Riauktual.com - Perusahaan telekomunikasi Telkomsel mengaku mengalami penurunan pendapatan imbas registrasi kartu SIM prabayar. Meski demikian, Telkomsel mengklaim penurunan pendapatan ini bukan berarti perusahaan mengalami kerugian.
"(Pendapatan) Memang melambat. Tidak bisa dibilang rugi. Tidak rugi tapi pendapatan menurun," ujar Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah dalam acara media gathering di Lombok, Jumat (11/5/2018).
Dia tidak menjabarkan berapa persisnya penurunan pendapatan yang dialami Telkomsel. Menurut Ririek, penurunan revenue terjadi karena Telkomsel harus mengeluarkan biaya untuk aktivitas dan promo yang mendorong pengguna untuk melakukan registrasi kartu.
Salah satunya contoh promo yang digelar adalah pemberian bonus kuota 10 GB bagi pelanggan kartu SIM prabayar Telkomsel yang melakukan registrasi.
Selain itu, Telkomsel mengaku kehilangan potensi pendapatan ketika pemblokiran kartu mulai diberlakukan sejak 1 Maret 2018. Aktivitas seperti mengisi ulang pulsa atau membeli paket dari kartu yang terblokir otomatis terhenti.
Meski demikian, Telkomsel yakin penurunan pendapatan ini hanyalah imbas jangka pendek. “Dalam beberapa bulan ke depan saya berharap ini akan baik untuk semua. Jadi ya, kita suffer dulu, ini juga terjadi di negara lain," ujar Ririek.
50 juta pelanggan diblokir