Pencarian

Podcast Kelupas

Rupiah Tembus Rp18.015 per Dolar AS, Ekonom Prediksi Bisa Melemah hingga Rp18.600

Kamis, 04 Juni 2026 • 10:41:00 WIB
Rupiah Tembus Rp18.015 per Dolar AS, Ekonom Prediksi Bisa Melemah hingga Rp18.600
ilustrasi. (foto: internet)

JAKARTA (RA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan hebat.

Pada perdagangan Hari Kamis (4/6/2026), mata uang Indonesia menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS dan mencatatkan rekor pelemahan terbaru sepanjang sejarah.

Berdasarkan data Refinitiv, hingga pukul 09.11 WIB, rupiah berada di level Rp18.015 per dolar AS atau melemah 0,42% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Angka tersebut menjadi posisi terlemah yang pernah dicapai rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Padahal saat pembukaan perdagangan pagi, rupiah masih berada di level Rp17.960 per dolar AS atau melemah 0,11%.

Namun tekanan jual yang terus meningkat membuat pelemahan semakin dalam hingga menembus batas psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif yang terjadi sehari sebelumnya. Pada perdagangan Hari Rabu (3/6/2026), rupiah ditutup melemah tajam sebesar 0,62% ke posisi Rp17.940 per dolar AS.

Ekonom UOB Kay Hian, Surya Wijaksana, menilai pelemahan rupiah yang mencapai lebih dari 100 basis poin dalam sehari bukanlah kondisi yang normal.

"Ya confidence menurun walaupun ekonomi riil masih bagus. Ya lihat aja efeknya," kata Surya.

Menurutnya, pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh penurunan kepercayaan pasar dibandingkan faktor fundamental ekonomi domestik.

Surya juga menilai isu terkait penilaian atau rating Indonesia dari S&P Global tidak cukup kuat untuk memicu pelemahan rupiah sedalam yang terjadi saat ini.

"Gak ngefek rupiah depresiasinya cepat," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut sentimen pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh fenomena inverted yield curve, perkembangan neraca perdagangan Indonesia, hingga potensi kebijakan hawkish dari bank sentral sejumlah negara.

Terkait inverted yield curve, pasar menilai imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor panjang Indonesia berada pada level yang terlalu rendah.

Di sisi lain, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Dengan kondisi tersebut, Surya memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.200 per dolar AS dalam jangka pendek.

Sementara hingga akhir tahun 2026, ia memproyeksikan rupiah berpotensi melemah lebih lanjut hingga menyentuh level Rp18.600 per dolar AS apabila tekanan eksternal dan sentimen pasar belum mereda.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks