SIAK (RA) - Misteri kematian dr Alex Cristo Loris, dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Riau yang ditemukan meninggal dunia di area kosong di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, akhirnya diungkap setelah penyelidikan selama 21 hari.
Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (4/8/2026), Polres Siak bersama tim dokter forensik Polda Riau menyampaikan hasil penyelidikan yang menyimpulkan tidak ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, uji laboratorium, keterangan para saksi, serta analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik.
"Dari seluruh rekaman CCTV yang kami periksa, tidak ditemukan adanya orang lain yang mengikuti ataupun berada bersama korban menuju lokasi kejadian," ujar AKBP Sepuh.
Penyidik menelusuri rekaman CCTV dari lingkungan RSUD Tengku Rafian, kawasan sekolah di sekitar lokasi, hingga sepanjang Jalan Raja Kecik menuju Jalan Sutomo untuk merekonstruksi pergerakan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos menambahkan, lokasi ditemukannya korban memang tampak seperti semak belukar, namun terdapat jalan setapak yang biasa dilalui warga.
"Rekaman CCTV dari RSUD dan Warung Nasi Goreng Lada Hijau memperlihatkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi," katanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi juga menemukan bahwa korban diduga mengalami tekanan psikologis yang berkaitan dengan persoalan utang pinjaman daring yang telah berlangsung sejak 2022.
Menurut AKP Raja Kosmos, informasi tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan penyidik terhadap sejumlah pihak.
Kondisi tersebut juga disebut telah diketahui oleh istri korban, sementara anggota keluarga lainnya tidak mengetahui persoalan tersebut.
Sementara itu, Founder Yayasan Menyala Hati, Kombes Pol Manang Soebeti, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut.
Ia mengajak masyarakat yang mengalami tekanan akibat persoalan pinjaman daring agar tidak menghadapi masalah seorang diri.
"Kami berharap masyarakat yang mengalami tekanan karena pinjaman online mau mencari bantuan dan berdiskusi. Selalu ada jalan untuk mencari solusi bersama," ujarnya.
Polres Siak menegaskan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan berbagai pemeriksaan ilmiah untuk memastikan penyebab kematian secara objektif.
"Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional berat atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan hadapi sendirian. Bicaralah dengan keluarga, teman yang dipercaya, tenaga kesehatan, psikolog, atau layanan bantuan krisis di wilayah Anda. Mencari pertolongan adalah langkah penting dan bantuan tersedia," pesan Manang.