RIAUAKTUAL (RA) - Di tengah tren gaya hidup sehat saat ini, makanan probiotik seperti yoghurt semakin populer. Banyak yang percaya, kandungan bakteri baik dalam minuman atau makanan ini secara otomatis bermanfaat bagi seluruh sistem tubuh, tak terkecuali untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut.
Namun, apakah bakteri baik yang terkandung dalam yoghurt benar-benar bekerja efektif melindungi gigi dari karies dan kerusakan?
Meskipun yoghurt dikenal luas kaya akan bakteri baik yang menguntungkan tubuh, Pakar Kesehatan Gigi dan Mulut dari Universitas Gadjah Mada, Prof drg Suryono, S.H., M.M., Ph.D menjelaskan, peruntukan utama dari bakteri probiotik tersebut sebenarnya bukan ditujukan untuk rongga mulut.
"Ya, kan macam-macam yoghurt, ya. Tentu (yoghurt) kalau yang mengandung probiotik bagus kan, begitu. Cuman yang selama ini kita ketahui, probiotik nya untuk sistem apa jadi pencernaan, bukan untuk apa jadi gigi," ujar Prof Suryono dalam acara Konferensi Pers Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Jakarta, melansir detikHealth.
Artinya, probiotik yang umum dijumpai pada olahan susu fermentasi lebih banyak bekerja pada sistem pencernaan bagian bawah atau lambung, alih-alih membentuk pertahanan di area gigi dan gusi.
Untuk menjaga keseimbangan oral mikrobioma atau bakteri baik di dalam mulut, gigi tetap butuh perlindungan yang diformulasikan khusus untuk rongga mulut.
Kebutuhan inilah yang membedakan antara produk-produk probiotik makanan dengan produk perawatan gigi harian.
Di sisi lain, para pakar menekankan bahwa jenis makanan apa pun, termasuk yoghurt, tetap membutuhkan perhatian khusus setelah dikonsumsi.
Makanan berserat seperti buah dan sayur memang lebih dianjurkan karena memicu proses pengunyahan (mastikasi) yang berfungsi sebagai pembersih alami (self-cleansing).
"Nah, kenapa kok menjadi sangat baik makan makanan berserat? Makanan berserat itu perlu pengunyahan. Pengunyahan itu bahasa kedokteran itu mastikasi ya, karena proses pengunyahan ini sebenarnya ada proses pembersihan secara alami," ujarnya.
Sebaliknya, makanan bertekstur lunak atau cair yang tertinggal di dalam mulut, terutama jika mengandung gula tambahan, bisa menjadi santapan bagi kuman perusak yang menghasilkan zat asam pelubang gigi.
Oleh karena itu, jika masyarakat mengonsumsi yoghurt atau makanan tanpa pengunyahan ekstra, langkah pembersihan sederhana wajib dilakukan.
"Kalau makan tidak apa-apa, yang tanpa pengunyahan, tapi setelah itu tadi disarankan belinya minum air putih, ataupun menggosok gigi dan seterusnya," tutupnya.
Memahami bahwa probiotik dalam yoghurt utamanya ditujukan untuk pencernaan lambung mengingatkan untuk tidak bergantung pada makanan sehat semata demi kesehatan gigi.
Menjaga kebersihan mulut melalui sikat gigi yang tepat serta membilas mulut dengan air putih usai mengonsumsi olahan susu tetap menjadi kunci utama mempertahankan kesehatan gigi dan mulut.