Pencarian

Podcast Kelupas

Sebab Kematian Dokter PPDS Anestesi di Siak Belum Terungkap, Polisi Libatkan Psikologi Forensik

Jumat, 24 Juli 2026 • 05:54:00 WIB
Sebab Kematian Dokter PPDS Anestesi di Siak Belum Terungkap, Polisi Libatkan Psikologi Forensik
Dokter PPDS Residen Anestesi Universitas Riau, dr Alex Cristo Loris semasa hidup.

SIAK (RA) - Penyelidikan kasus kematian dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi Universitas Riau, dr Alex Cristo Loris, terus bergulir.

Alex (30), ditemukan meninggal dunia di samping pagar luar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian Siak, pada 14 Juli 2026, sekitar pukul 11.30 WIB.

Hingga Kamis (23/7/2026) kemarin, Satreskrim Polres Siak masih mendalami sejumlah barang bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr Raja Kosmos, mengatakan proses penyelidikan turut mendapat asistensi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

"Polisi sebelumnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan jenazah, serta mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi," ujarnya.

Jenazah korban kemudian dikirim untuk menjalani autopsi. Namun, dilanjutkan Raja Kosmos, hasil pemeriksaan tersebut belum sepenuhnya rampung karena masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan berupa histopatologi forensik dan toksikologi forensik.

"Barang bukti yang ditemukan di lokasi juga telah dikirim ke laboratorium forensik dan hingga kini hasil pemeriksaannya masih ditunggu," ungkapnya.

Dalam penyelidikan, tambah Kasat Reskrim, polisi juga telah mendapatkan rekaman CCTV yang merekam perjalanan korban sejak keluar dari rumah sakit hingga menuju lokasi ditemukannya korban.

"Seluruh rekaman CCTV dari mulai korban keluar rumah sakit sampai menuju ke TKP sudah kami dapatkan. Rekaman diambil dari dua sumber CCTV dan sudah diamankan untuk dijadikan barang bukti," kata Raja.

Penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi. Mereka di antaranya petugas keamanan dan pegawai RSUD, dua dokter pembimbing residen anestesi, seorang dokter residen anestesi, serta istri korban.

"Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi tersebut masih akan didalami berdasarkan temuan dari keterangan maupun barang bukti yang telah diperoleh penyidik," jelasnya.

Polisi juga berencana meminta keterangan rekan sejawat korban di Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri), staf akademik dan staf bagian keuangan FK Unri.

"Tak hanya itu, dua rekan korban yang berada di Maluku, masing-masing seorang bidan dan seorang dokter, juga telah dihubungi. Keduanya disebut telah memberikan informasi awal yang berkaitan dengan penyelidikan," pungkasnya.

Penyidik turut mendalami satu unit telepon genggam milik korban. Perangkat tersebut telah dibuka secara manual dengan bantuan istri korban dan disaksikan langsung oleh orang tua serta kakak korban. Proses tersebut juga dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Namun, polisi menemukan sejumlah item dan aplikasi yang belum dapat diakses secara manual. Perangkat tersebut kemudian dikirim ke laboratorium forensik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari beberapa temuan barang bukti, keterangan saksi dan hasil yang diperoleh dari handphone korban, maka diperlukan pemeriksaan psikologi forensik," jelas Raja.

Satreskrim Polres Siak kemudian meminta bantuan ahli dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau (UIR). Pemeriksaan telah dimulai dengan metode wawancara terhadap para saksi serta analisis terhadap barang bukti dan petunjuk lainnya.

Raja mengatakan pihaknya berharap proses penyelidikan dapat segera diselesaikan. Namun, penyidik tetap mengedepankan prinsip keilmuan untuk memastikan kesimpulan mengenai penyebab kematian korban didasarkan pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Satreskrim Polres Siak berharap penyelidikan ini akan cepat selesai, namun tentu berpedoman pada prinsip keilmuan yang nantinya akan menghadirkan fakta kebenaran yang tidak terbantahkan terkait penyebab kematian korban," ujarnya.

Polisi juga meminta masyarakat memberikan ruang bagi penyidik untuk bekerja dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban sebelum seluruh hasil pemeriksaan selesai.

Perkembangan penyelidikan, kata Raja, turut disampaikan kepada Bupati Siak dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah.

Informasi yang diberikan sebatas perkembangan umum agar pemerintah daerah dapat memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Siak tetap terjaga.

"Penyelidikan masih berlangsung. Polisi kini menunggu hasil pemeriksaan histopatologi, toksikologi dan laboratorium forensik sembari melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi," tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks