Pencarian

Podcast Kelupas

Dituduh Pengedar Narkoba, Rumah Warga Rohul Diserang Massa hingga Anak Putus Sekolah

Rabu, 08 Juli 2026 • 13:56:19 WIB
Dituduh Pengedar Narkoba, Rumah Warga Rohul Diserang Massa hingga Anak Putus Sekolah
Ilustrasi.

PEKANBARU (RA) - Nasib pilu dialami Hera Yani Sagita, warga Dusun Satu Jurong, Desa Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) itu mengaku harus hidup berpindah-pindah bersama suami dan dua anaknya setelah rumah mereka diserang dan dirusak sekelompok warga yang menuduh keluarganya sebagai pengedar narkoba.

Peristiwa yang disebut terjadi pada 9 Mei 2026 itu membuat keluarga Hera meninggalkan kampung halaman.

Hingga kini, mereka mengaku masih mengungsi di rumah kerabat di Duri karena belum berani kembali ke rumah akibat trauma dan kekhawatiran terhadap keselamatan keluarga.

Hera mengatakan dampak dari peristiwa tersebut tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga memengaruhi pendidikan anaknya.

Menurutnya, anak sulungnya yang seharusnya masuk jenjang SMP batal melanjutkan sekolah setelah keluarganya diterpa tuduhan tersebut.

Berharap memperoleh keadilan, Hera mengaku sempat mendatangi Polsek setempat pada Juni 2026 untuk melaporkan dugaan penyerangan dan pengrusakan rumahnya.

Namun, menurut pengakuannya, laporan tersebut tidak diterima dan ia disarankan menyelesaikan persoalan melalui ketua adat atau ninik mamak.

Merasa belum memperoleh perlindungan hukum, Hera kemudian membuat laporan resmi ke Polda Riau pada Kamis (2/7/2026).

Hingga Rabu (8/7/2026), ia mengaku belum menerima informasi mengenai perkembangan penanganan laporannya.

Hera membantah tuduhan yang dialamatkan kepada keluarganya sebagai pengedar narkoba.

Ia menyatakan tuduhan tersebut tidak pernah terbukti setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian bersama ninik mamak.

"Pihak Polsek bersama ninik mamak sudah menyelidiki tuduhan tersebut, namun tidak terbukti. Kami memang tidak pernah mengedarkan narkoba. Semua itu hanya fitnah dari sekelompok orang yang memiliki masalah dengan keluarga kami," ujar Hera.

Selain kehilangan rumah, Hera mengaku seluruh pakaian keluarga, termasuk seragam sekolah anak-anak, hangus terbakar.

Ia juga menyebut isi rumah dirusak dan dijarah, celengan milik anaknya yang telah ditabung selama tiga tahun hilang, serta tabung gas di rumah turut dibawa.

Menurut Hera, kerugian yang dialami keluarganya lebih besar dibandingkan informasi yang sebelumnya disampaikan kepada publik. Ia berharap proses hukum dapat mengungkap fakta sekaligus memulihkan nama baik keluarganya.

"Kami meminta bantuan Bapak Kapolda Riau agar kasus ini diusut sampai tuntas. Kami hanya ingin keadilan dan nama baik keluarga kami dipulihkan. Para pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Muhammad Hasyim Risahondua, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut.

"Laporan sudah masuk, kami sedang selidiki," ujar Hasyim singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan atas laporan tersebut masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun hasil penyelidikan kepolisian terkait dugaan penyerangan dan pengrusakan yang dilaporkan Hera.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks