PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meluncurkan strategi unik dengan memberdayakan kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Hal tersebut mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.
"Ini tentu kita apresiasi. Bagaimana Pemko Pekanbaru dapat memberdayakan kader PKK untuk menjemput bola, mendata masyarakat mana saja yang menunggak PBB dan PKB," kata SF Hariyanto.
Dikatakannya, jumlah kendaraan di Riau mencapai 4 juta dengan 1,2 juta kendaraan berada di Kota Pekanbaru. Kondisi ini, dikatakan SF Hariyanto menjadi pendongkrak PAD.
"1,2 juta kendaraan ada di Pekanbaru. Kalau semua kendaraan dibayarkan pajaknya, tentu akan banyak penghasilan Pekanbaru. Sangat bagus ini program yang dicanangkan Wako," kata SF Hariyanto.
Untuk itu, dirinya meminta pemerintah kabupaten kota untuk dapat menerapkan sistem yang sama agar PAD di masing-masing daerah dapat naik secara signifikan.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyebutkan pihaknya berkomitmen dalam meningkatkan PAD. Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya PAD Kota Pekanbaru secara signifikan.
"PAD kita kenaikan cukup signifikan. Jadi jika dibandingkan periode yang sama, di tahun 2025 naik drastis. Dari Rp 800-an miliar menjadi Rp 1,2 triliun," katanya.
Salah satu trobosan pihaknya, ratusan kader PKK di setiap kecamatan diajak aktif turun langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) untuk mendata objek PKB sekaligus memberikan imbauan pentingnya taat pajak demi kelangsungan pembangunan daerah.
"Jadi, masing-masing kader PKK yang kita minta turun ke jalan, diberikan insentif sebanyak 10 ribu per SPT. 50 persen diberikan saat SPT disebar dan 50 persen lagi diberikan ketika wajib pajak sudah membayarkan kewajibannya," katanya.