Pencarian

Podcast Kelupas

Mengandung Simbol Selembayung Hingga Kuntum Bujang, Ini Filosofi Logo Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau

Jumat, 24 Juli 2026 • 14:24:00 WIB
Mengandung Simbol Selembayung Hingga Kuntum Bujang, Ini Filosofi Logo Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau
Logo Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau.

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah mengumumkan Logo Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Riau, Mardoni Akrom menyebutkan tahun ini, Pemprov Riau mengusung tema "Bersatu Dalam Keberagaman, Maju Dalam Pembangunan".

"Sudah diumumkan pemenangnya, dari 11 logo yang masuk nominasi, terpilih satu logo karya masyarakat dari Kabupaten Siak," kata Mardoni.

Adapun Logo ke-69 Riau, memuat angka 69, simbol selembayung, tanjak dan kuntum bujang.

Pada angka 69, dirancang dengan komposisi yang saling memutar dan menyatu dalam keseimbangan, mencerminkan hubungan yang harmonis antara keberagaman dan persatuan.

Kedua angka yang saling berhadapan melambangkan berbagai perbedaan dalam kehidupan baik suku, budaya, ras dan agama serta latar belakang masyarakat yang berbeda namun tetap saling melengkapi demi terwujudnya Provinsi Riau yang Maju dan Bersatu.

Kemudian Selembayung, yang menyimbolkan gerak melingkar Selembayung yang tercipta dari perpaduan angka 6 dan 9 menjadi simbol kolaborasi yang terus berputar, mengalir, dan berkembang. Tidak ada bagian yang lebih dominan, melainkan bahu-membahu dalam semangat harmonis.

Setelahnya simbol Tanjak, sebagai mahkota kebesaran dalam budaya Melayu Riau, melambangkan kehormatan, kebijaksanaan, kewibawaan, serta tanggung jawab seorang pemimpin dalam mengayomi masyarakat. Seorang pemimpin tidak hanya mengarahkan pembangunan, tetapi juga mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat dalam bingkai keberagaman dan semangat persatuan.

Pemimpin yang bijaksana mampu mengubah keberagaman menjadi kekuatan kolektif, serta mengarahkan seluruh potensi daerah menuju pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan menyejahterakan seluruh masyarakat Riau.

Terakhir pada simbol Kuntum Bujang, yang merupakan salah satu ornamen khas Melayu Riau yang melambangkan awal kehidupan, pertumbuhan dan harapan. Kuntum Bujang dihadirkan sebagai simbol semangat untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan melangkah maju di tengah tetap berakar pada nilai-nilai luhur budaya Melayu.

Kelopak Kuntum Bujang yang saling mekar melambangkan keharmonisan, kebersamaan, dan keseimbangan. Setiap kelopak memiliki peran yang sama pentingnya dalam membentuk satu kesatuan. Sebagaimana keberagaman masyarakat Riau menjadi kekuatan kolektif yang memperkokoh persatuan dan mempercepat pembangunan di berbagai bidang.

Sementara itu, pada filosofi warna, diantaranya merah yang melambangkan keberanian untuk menjaga marwah, kehormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu. Filosofi ini menegaskan bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari perkembangan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas budaya, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan karakter masyarakat yang berintegritas.

Gradasi Merah dan Kuning yang melambangkan kemuliaan, kebijaksanaan, optimisme, dan kesejahteraan. Gradasi kedua warna ini mencerminkan proses transformasi yang dinamis, di mana persatuan menjadi kekuatan utama untuk mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan serta semangat pembangunan, untuk melahirkan pembangunan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing.

Gradasi Hijau yang melambangkan pertumbuhan, keseimbangan, keberlanjutan, serta keharmonisan yang menjadi fondasi pembangunan Provinsi Riau. Peralihan warna dari hijau muda menuju hijau tua merepresentasikan perjalanan berkelanjutan serta semangat pembangunan dari potensi yang terus bertumbuh hingga menjadi kekuatan yang kokoh dan berdaya saing.

Terakhir, warna Biru yang melambangkan persatuan, kedamaian, kepercayaan, dan kebijaksanaan. Warna ini merefleksikan karakter menjunjung tinggi musyawarah, keharmonisan, serta semangat gotong royong, menjadi simbol komitmen untuk menjaga persatuan dalam keberagaman dan bekerja sama mewujudkan pembangunan yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: Sri Wahyuni

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks