Pencarian

Galodo Terjang Arosuka, 4 Warga Luka dan 2 Orang Hilang

Selasa, 22 September 2026 • 14:28:00 WIB

SUMBAR (RA) - Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam. Sedikitnya 9 kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi dan 4 warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut dan dua orang hilang.

Berdasarkan data kepolisian di lapangan, dua warga yang masih hilang diketahui bernama Dafi Arahman (21) dan Agusra (59). Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap keduanya.

Galodo menerjang kawasan sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Solok di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Sejumlah rumah warga dan fasilitas pemerintahan terdampak material lumpur, kayu, tanah hingga sampah.

BPBD Kabupaten Solok mencatat empat warga mengalami luka-luka. Tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang.

Selain berdampak terhadap permukiman warga, banjir bandang juga mengganggu akses transportasi utama Solok-Padang melalui kawasan Lubuk Selasih.

Material banjir menutup badan jalan sehingga akses untuk sementara tidak dapat dilalui. Polisi mengimbau pengendara dari Solok menuju Padang maupun sebaliknya menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang.

Jalan Solok-Padang Putus, Jembatan Tertimbun

Relawan PMI Kabupaten Solok, Muamar Aziz, mengatakan hingga Selasa (22/9/2026) pagi sebanyak 77 warga telah mengungsi berdasarkan penanganan awal di lokasi.

"Relawan bersama tim gabungan masih melakukan penanganan di lokasi dan memasang tenda darurat," kata Muamar.

Tim gabungan yang turun ke lokasi terdiri dari Dit Samapta Polda Sumbar, Sat Brimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Kodim 0309 Solok, BPBD Kabupaten dan Kota Solok, insan kebencanaan serta masyarakat.

Muamar menjelaskan, galodo terjadi setelah hujan lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah hulu aliran sungai sejak sekitar pukul 14.00 WIB.

Hujan kemudian semakin deras pada sekitar pukul 18.00 hingga 20.00 WIB. Material berupa kayu, tanah dan sampah terbawa derasnya aliran sungai hingga menerjang kawasan Kompleks Pemerintahan Kabupaten Solok di Arosuka.

"Jalan lintas Kabupaten Solok menuju Kota Padang via Lubuk Selasih terputus," ujarnya.

Selain menutup badan jalan, material banjir juga menimbun satu unit jembatan penghubung jalan utama Arosuka sehingga belum dapat dilalui.

Petugas gabungan bersama warga masih melakukan pembersihan material yang menutup sejumlah titik jalan dan fasilitas umum.

Listrik dan Air Terganggu

Penanganan bencana masih menghadapi sejumlah kendala. Hujan dilaporkan masih terjadi di kawasan terdampak, sementara material berupa kayu, tanah dan sampah masih berserakan di sejumlah lokasi.

"Air, listrik dan jaringan mengalami kendala di beberapa titik, bahkan terputus di kawasan yang terdampak bencana," jelas Muamar.

Akses jalan penghubung Arosuka menuju Solok juga masih terganggu akibat material banjir yang menutup sejumlah bagian badan jalan.

Masyarakat di sekitar lokasi bersama tim gabungan terus melakukan pembersihan dan penanganan untuk membuka kembali akses yang terdampak.

BPBD Fokus Evakuasi dan Penyisiran Warga

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul membenarkan terjadinya banjir bandang di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.

"Benar ada galodo, kami sedang di lokasi. Maaf belum bisa beri informasi (mengenai dampak/korban). Sedang fokus evakuasi," kata Khairul.

Ia mengatakan prioritas tim BPBD saat ini adalah melakukan penyelamatan dan penyisiran terhadap warga di kawasan terdampak.

"Nanti informasi lanjutannya akan kami berikan setelah selesai evakuasi," pungkasnya.

Laporan terkini juga mencatat sejumlah kantor pemerintahan terdampak, termasuk kantor Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok.

BMKG: Hujan Lebat Picu Banjir Bandang

BMKG menyebut hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu utama banjir bandang di Kabupaten Solok.

Dalam informasi yang disampaikan BMKG, kejadian di Kabupaten Solok tercatat sebagai hujan lebat yang berdampak pada banjir/genangan dan gangguan transportasi pada periode 21-22 September 2026.

Dalam bahan keterangan BMKG, curah hujan di wilayah Solok mencapai 94 milimeter per hari. Intensitas tersebut masuk kategori hujan lebat dan terjadi secara terus-menerus sehingga meningkatkan risiko luapan air serta membawa material lumpur dan puing.

BMKG juga menjelaskan bahwa meski sebagian wilayah Indonesia berada dalam periode kemarau, Sumatera Barat memiliki karakteristik wilayah non-Zona Musim (non-ZOM). Karena itu, pola hujan di wilayah tersebut tidak selalu mengikuti pola musim secara umum.

Kondisi atmosfer dan fase transisi musim juga dapat meningkatkan potensi terbentuknya awan konvektif yang menghasilkan hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.

Data Dampak Banjir Bandang Solok

Berdasarkan data dampak yang dihimpun:

1. 4 warga mengalami luka-luka

2. 3 korban dirawat di RSUD Arosuka

3. 1 korban dirujuk ke rumah sakit di Padang

4. 9 kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi

5. 11 kantor pemerintah terdampak

6. 21 mobil mengalami kerusakan

7. 7 sepeda motor mengalami kerusakan

8. Akses Solok-Padang melalui Arosuka/Lubuk Selasih terputus

9. Sejumlah fasilitas dan jaringan air, listrik serta komunikasi mengalami gangguan

Kawasan yang terdampak antara lain Kompleks Perkantoran Kabupaten Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.

Sementara itu, petugas gabungan masih melakukan evakuasi, penyisiran dan pembersihan material banjir di sejumlah titik terdampak.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks