Pencarian

Podcast Kelupas

Galodo Terjang Arosuka Solok, Tim Gabungan Masih Cari Warga Hilang

Selasa, 22 September 2026 • 16:11:00 WIB
Galodo Terjang Arosuka Solok, Tim Gabungan Masih Cari Warga Hilang
Personel Polda Sumatera Barat membersihkan puing-puing bekas galodo di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Selasa (22/9/2026). foto dok Polda Sumbar

SUMBAR (RA) - Banjir bandang atau galodo dan tanah longsor menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Empat warga mengalami luka-luka, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Bencana tersebut menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, Kecamatan Gunung Talang, Senin (21/9/2026).

Berdasarkan data kepolisian di lapangan, tiga warga mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di RSUD Arosuka. Sementara satu korban lainnya mengalami luka berat dan dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) Kota Padang.

Korban luka berat tersebut diketahui bernama Muhammad Nur Zen (56).

Sementara dua warga yang masih hilang diketahui bernama Dafi Arahman (21) dan Agusra (59). Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap keduanya.

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy turun langsung meninjau kawasan terdampak galodo dan longsor di Kompleks Perkantoran Pemkab Solok, Selasa (22/9/2026).

Kedatangan Kapolda untuk memastikan penanganan darurat, pencarian warga yang masih hilang serta pembersihan material longsor berjalan maksimal dan terkoordinasi.

Selain korban, bencana juga menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur dan fasilitas masyarakat.

Data sementara kepolisian mencatat dua kantor pemerintah mengalami rusak berat akibat tertimbun lumpur setinggi sekitar 20-30 sentimeter. Kedua kantor tersebut yakni Kantor Dinas PUPR dan DPMN.

Sementara delapan kantor lainnya mengalami rusak ringan, di antaranya kantor DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan BKPSDM.

Bencana juga berdampak terhadap kendaraan. Sebanyak lima kendaraan dinas milik instansi pertanian dan kesehatan serta dua mobil milik masyarakat dilaporkan terdampak.

100 Rumah Warga Terdampak

Selain kawasan perkantoran, galodo dan longsor juga menerjang permukiman warga.

Sekitar 100 rumah warga terdampak. Satu jembatan penghubung utama juga tertimbun material, sementara Masjid Kayu Aro turut terdampak longsor.

Sekitar 50 warga mengungsi dan telah dievakuasi ke tiga lokasi posko, yakni Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

Kapolda Sumbar mengatakan kepolisian bersama instansi terkait akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk mempercepat penanganan bencana, termasuk pencarian korban dan pembersihan material.

"Mudah-mudahan dengan dukungan dari segenap masyarakat, kita bisa melakukan upaya pembersihan jalur utama, khususnya di jalur Padang dan Solok," ujar Djati.

300 Personel Polisi Dikerahkan

Untuk mempercepat proses pembersihan material longsor, kepolisian mengerahkan sekitar 300 personel gabungan.

"Dalam optimalisasi proses pembersihan ini, kami menurunkan sekitar 300 personel dari Satuan Brimob, 3 SSK, kemudian satu satuan dari Direktorat Samapta, serta personel dari Polres Kabupaten Solok," tambahnya.

Namun, Kapolda menegaskan pembersihan akses jalan bukan satu-satunya fokus penanganan.

Misi kemanusiaan berupa pencarian korban yang masih hilang dan pendataan kerusakan rumah warga menjadi prioritas utama.

"Yang paling utama nanti kita lakukan adalah pencarian korban dan pendataan kerusakan rumah warga yang ada di sekitar TKP ini. Nanti kita akan dibantu oleh BPBD, mudah-mudahan kita bisa mendata secara lengkap jumlah korban dan upaya-upaya evakuasi," jelasnya.

Posko Terpadu dan Dapur Umum Disiapkan

Penanganan pascabencana diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Karena itu, kepolisian bersama instansi terkait akan mendirikan posko terpadu dan dapur umum di kawasan terdampak.

"Karena kita akan mendirikan posko-posko untuk penanganan lanjutan yang saya kira ini memerlukan waktu kurang lebih satu minggu. Nanti kita juga akan mendirikan dapur umum dan posko dari jajaran kepolisian pada khususnya," pungkas Djati.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi Karo Ops Polda Sumbar Kombes Pol Dessy Ismail, Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, Dirsamapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas serta Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini.

Pos DVI Ante Mortem Didirikan

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan kepolisian juga telah mendirikan Pos DVI Ante Mortem di RSUD Arosuka.

Pos tersebut digunakan untuk membantu proses identifikasi serta pendataan keluarga korban.

Susmelawati juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perbukitan dan bantaran sungai di Sumatera Barat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar jalur perbukitan dan bantaran sungai di wilayah Sumatera Barat, untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi. Kepolisian bersama unsur terkait akan terus siaga mendampingi masyarakat hingga situasi benar-benar aman dan kondusif," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks