Pencarian

Podcast Kelupas

Kota Pekanbaru Jadi Daerah Penyumbang Investasi Terbesar di Riau

Jumat, 24 Juli 2026 • 13:16:00 WIB
Kota Pekanbaru Jadi Daerah Penyumbang Investasi Terbesar di Riau
Kota Pekanbaru

PEKANBARU (RA) - Realisasi investasi Provinsi Riau pada Triwulan II Tahun 2026 mencapai Rp20,23 triliun atau meningkat 59,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian tersebut menempatkan Riau di peringkat ke-8 nasional sekaligus menjadi provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Pulau Sumatera.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Vera Angelika OK mengatakan sepanjang Triwulan II 2026, investasi tersebut terealisasi melalui 8.354 proyek yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

"Capaian tersebut menunjukkan investasi terus tumbuh di berbagai daerah sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau," kata Vera, Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan realisasi investasi per kabupaten/kota, Pemerintah Kota Pekanbaru menempati peringkat pertama dengan nilai investasi Rp4,7 triliun dari 3.911 proyek.

"Sebagai pusat aktivitas ekonomi di Provinsi Riau, Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah proyek investasi terbanyak pada Triwulan II 2026," ungkapnya.

Peringkat kedua ditempati Pemerintah Kabupaten Kampar dengan realisasi investasi sebesar Rp4,7 triliun melalui 647 proyek. Kampar membuktikan daya saingnya yang sangat kuat sebagai kawasan penyangga industri dan perkebunan strategis di Provinsi Riau.

"Di posisi ketiga, Pemerintah Kabupaten Pelalawan membukukan investasi sebesar Rp2,5 triliun dari 403 proyek. Pelalawan terus menunjukkan konsistensinya sebagai basis hilirisasi industri pulp and paper serta pengolahan sumber daya alam berbasis hutan tanaman industri (HTI)," katanya.

Kemudian, peringkat keempat diraih Pemerintah Kota Dumai dengan realisasi investasi Rp2,5 triliun melalui 829 proyek. Sebagai kota pelabuhan dan kawasan industri, Dumai tetap menjadi salah satu magnet utama masuknya investasi berskala besar dan strategis di Provinsi Riau.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berada di posisi kelima dengan realisasi investasi sebesar Rp2,1 triliun dari 723 proyek, memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penopang pertumbuhan investasi di sektor industri, energi, dan perkebunan.

Selanjutnya, peringkat keenam ditempati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan realisasi investasi sebesar Rp944,791 miliar dari 319 proyek. Di posisi ketujuh, Kabupaten Siak membukukan investasi Rp903,8 miliar dari 483 proyek. Peringkat kedelapan ditempati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan realisasi Rp461,13 miliar dari 214 proyek.

Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berada di posisi kesembilan dengan nilai investasi Rp455,9 miliar dari 280 proyek. Posisi kesepuluh ditempati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang mencatat investasi Rp265,30 miliar dari 281 proyek.

Di bawahnya ke-11, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) merealisasikan investasi sebesar Rp262,425 miliar dari 207 proyek, sedangkan Kabupaten Kepulauan Meranti ke-12 mencatat realisasi investasi Rp153,18 miliar dari 57 proyek.

Vera menegaskan Pemerintah Provinsi Riau melalui DPMPTSP akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan proses perizinan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada para investor.

"Pemerintah Provinsi Riau melalui DPMPTSP berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif. Langkah ini dilakukan dengan menyederhanakan proses perizinan dan memberikan pelayanan terbaik bagi para investor agar terjaga pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: Sri Wahyuni

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks