Pencarian

Podcast Kelupas

Karhutla Dayun Siak Belum Padam, Water Bombing Kembali Dikerahkan

Senin, 07 September 2026 • 09:03:00 WIB
Karhutla Dayun Siak Belum Padam, Water Bombing Kembali Dikerahkan
Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Dayun Siak.

SIAK (RA) - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, kembali ditangani tim gabungan. Selain pemadaman dari darat, helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani dari darat.

Pemadaman dipusatkan di RT 19 RW 01 Dusun Pematang Sepetai, Senin (7/9/2026). Sedikitnya 50 personel gabungan diterjunkan untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan agar kebakaran tidak meluas.

Personel tersebut terdiri dari Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, pemerintah kecamatan dan kampung, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta PTPN V.

Kabagops Polres Siak Kompol Ermanto mengatakan tim di lapangan juga diperkuat delapan unit mesin pompa lengkap dengan selang dan peralatan pemadaman.

"Personel melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak merambat ke areal lainnya. Fokus kami adalah menangani titik yang masih terbakar sekaligus mencegah perluasan," kata Ermanto.

Tak hanya mengandalkan pemadaman manual, empat unit alat berat turut dikerahkan untuk membuat sekat. Langkah ini dilakukan untuk menghambat pergerakan api agar tidak menjalar ke kawasan lain.

Dari udara, operasi water bombing juga terus dilakukan. Helikopter digunakan untuk menjangkau titik panas dan lokasi kebakaran yang sulit dijangkau petugas dari darat.

Ermanto menyebut operasi water bombing telah dilakukan sejak Sabtu (5/9/2026) siang dan kembali dilanjutkan pada Minggu (6/9/2026).

Posko lapangan juga telah didirikan sebagai pusat koordinasi. Dari posko tersebut, perkembangan kebakaran dipantau dan dievaluasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Keselamatan personel juga menjadi perhatian selama proses pemadaman berlangsung. Tim puskesmas disiagakan di lokasi untuk memberikan penanganan medis jika diperlukan, termasuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan jajaran kepolisian terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla di tengah kondisi yang masih rawan.

Menurutnya, penanganan Karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pendinginan dan pencegahan perluasan juga menjadi bagian penting agar api tidak kembali membesar.

"Setiap titik yang muncul harus ditangani secepat mungkin. Personel di lapangan berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan, dibantu water bombing serta alat berat. Prinsipnya, jangan beri ruang bagi api untuk meluas," ujar Akmadi.

Akmadi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama pemilik kebun maupun warga yang akan membuka lahan pertanian dan perkebunan.

Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan ketika berada di lahan kering serta didukung kondisi cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran.

"Saat ratusan orang harus turun memadamkan api, pencegahan dari masyarakat menjadi sangat penting. Jangan membuka lahan dengan cara membakar," tegas Akmadi.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks