JAKARTA (RA) – Badan Pengelola Dana Perkebunan mengucurkan dana sebesar Rp47,17 triliun untuk insentif biodiesel sepanjang tahun 2025. Realisasi tersebut mencapai 93,78 persen dari total pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp50,30 triliun.
Berdasarkan data yang dirilis BPDP, dana tersebut digunakan untuk mendukung pendistribusian biodiesel sebanyak 8,114 juta kiloliter selama 2025. Program ini menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menjaga keberlanjutan implementasi mandatori biodiesel nasional.
Pembiayaan penyediaan biodiesel ditegaskan bukan dalam bentuk subsidi yang bersumber dari APBN, melainkan insentif yang berasal dari dana pungutan ekspor komoditas kelapa sawit. Dana itu dikelola oleh BPDP untuk menutup selisih harga antara biodiesel dan minyak solar.
Skema insentif diberikan kepada badan usaha bahan bakar nabati (BU BBN) yang memproduksi biodiesel dan memenuhi persyaratan administrasi serta standar mutu yang ditetapkan Kementerian ESDM. Dengan mekanisme tersebut, seluruh perusahaan biodiesel yang memenuhi ketentuan memiliki peluang menjadi penyalur biodiesel nasional.
Besaran insentif yang diterima perusahaan bergantung pada volume biodiesel yang disalurkan serta selisih harga indeks pasar (HIP) biodiesel dengan HIP minyak solar pada periode distribusi berlangsung.
Artinya, semakin besar kapasitas produksi biodiesel suatu perusahaan, maka semakin besar pula volume penyaluran yang dapat dilakukan dan insentif yang diterima.
BPDP menjelaskan, pemberian insentif biodiesel bersifat sementara dan sangat dipengaruhi kondisi pasar energi. Jika harga minyak solar meningkat hingga menyamai harga biodiesel, maka kebutuhan insentif diperkirakan tidak lagi diperlukan.
Selain itu, skema dukungan tersebut juga dapat dialihkan apabila terdapat alternatif penyerapan crude palm oil (CPO) dalam jumlah besar untuk kebutuhan domestik lainnya.
Program biodiesel selama ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga sawit, memperkuat konsumsi domestik, sekaligus mendukung transisi energi berbasis energi baru terbarukan di Indonesia.