PEKANBARU (RA) - Video yang memperlihatkan kedekatan seorang mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim dengan terduga pelaku pembacokan beredar luas di media sosial. Unggahan tersebut memicu beragam reaksi warganet.
Video itu disebut berasal dari akun TikTok bernama @_mzfrr. Dalam sejumlah potongan yang beredar, keduanya terlihat mengikuti kegiatan kampus bersama hingga menghabiskan waktu di luar aktivitas akademik, termasuk saat bermain PlayStation di sebuah tempat rental.
Akun tersebut ramai dikunjungi netizen dan tercatat memiliki puluhan ribu pengikut serta ratusan ribu tanda suka.
Terdapat enam video yang menampilkan kebersamaan keduanya sebelum peristiwa pembacokan terjadi.
Tak hanya itu, warganet juga menyoroti sejumlah unggahan ulang (repost) di akun tersebut.
Beberapa di antaranya berisi animasi bernuansa kekerasan, kutipan tentang perasaan, hingga unggahan yang dikaitkan dengan kejadian.
Spekulasi pun bermunculan di media sosial. Terlebih, sebelumnya polisi mengungkap dugaan bahwa aksi tersebut telah direncanakan sejak November 2025.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Anggi Rian Diansyah, mengatakan pelaku berinisial R memang telah memiliki niat melakukan penganiayaan jauh sebelum kejadian.
"Dari keterangan pelaku memang ada niat sejak November 2025 untuk melakukan pembacokan, namun baru dilaksanakan Kamis kemarin. Dia sempat mengasah kapak dan parang sebelum mendatangi kampus," ujar Anggi, Jumat (27/2/2026).
Diketahui, aksi pembacokan terjadi pada Kamis, 26 Februari lalu, saat korban hendak menemui dosen pembimbing untuk ujian di Fakultas Hukum Syariah. Pelaku datang membawa senjata dan menyerang korban menggunakan kapak.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan medis. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.