PEKANBARU (RA) - Sebanyak 32 dari 500 anak di Kota Pekanbaru yang dilakukan screning kesehatan dan diambil sampel darahnya terindikasi Thalasemia Carier (Minor).
Angka tersebut didapat berdasarkan hasil pemeriksaan team Patologi Klinik RSUD Arifin Achmad dengan Yayasan Thalasemia Indonesia Cabang Riau beberapa waktu lalu.
Di mana, kondisi ini membuat penderita terlihat sehat dan hidup layak, namun berpotensi menurunkan kepada anaknya. Dan juga berpotensi melahirkan anak dengan Thalasemia Mayor jika menikah dengan sesama Thalasemia Carier.
Yang nantinya, sang anak akan lahir dengan cacat sel darah merah dengan gejala seperti pucat kronik atau gagal tumbuh. Dan mengakibatkan penderita harus transfusi darah reguler setiap bulan seumur hidupnya dan harus minum obat setiap hari.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli menyebutkan data tersebut tidak dapat dijadikan acuan jumlah penderita Thalasemia di Riau. Dikarenakan, harus melewati screning kesehatan menyeluruh.
"Jumlah tersebut tidak dapat dijadikan acuan penderita di Riau, dikarenakan harus melewati screning. Untuk data pasti nanti akan kita konfirmasi lagi," kata Zulkifli, Jumat (6/2/2026).
Namun, dikatakan Zulkifli, ancaman Thalasemia berpotensi menyerang kalangan remaja. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya akan mengadakan screning bersamaan dengan program pemerintah dalam penanggulangan penyakit tidak menular. Khususnya menggesa “Zero Thalasemia”.
"Dengan adanya data ini, tentu kita akan menjadikan hal ini sebagai perhatian dengan melakukan koordinasi dan konfirmasi data temuan di kabupaten kota," pungkasnya.