RAGAM (RA) - Selama ini intelligence quotient (IQ) kerap dianggap sebagai bakat bawaan sejak lahir yang sulit diubah.
Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan intelektual dapat berkembang melalui kebiasaan dan pola hidup tertentu.
Meningkatkan IQ tidak hanya selalu bergantung pada pendidikan formal.
Rutinitas harian yang melatih fokus, daya pikir, daya ingat, hingga kemampuan mengambil keputusan terbukti berperan besar dalam mengasah kecerdasan.
Sejumlah studi mencatat bahwa individu dengan IQ tinggi umumnya memiliki kebiasaan yang konsisten dalam melatih kemampuan kognitif, mulai dari mengelola informasi hingga memecahkan masalah kompleks.
Lantas, kebiasaan apa saja yang diyakini berkontribusi terhadap tingginya IQ?
10 Kebiasaan yang Membuat IQ Tinggi
Berbagai penelitian menegaskan bahwa IQ bukanlah angka statis.
Aktivitas dan latihan kognitif yang dilakukan secara rutin dapat memperkuat penalaran, perencanaan, serta pemecahan masalah menjadi komponen utama dalam pengukuran IQ.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 10 kebiasaan yang diyakini dapat membantu meningkatkan kecerdasan otak, yakni:
1. Meelatih daya ingat secara teratur
Aktivitas yang menstimulasi memori terbukti memperkuat kemampuan bernalar dan berbahasa.
Riset yang dikutip Healthline menyebutkan, permainan memori membantu otak mengaitkan informasi dengan objek dan konsep.
Contohnya puzzle, teka-teki silang, sudoku, dan permainan mencocokkan kartu.
2. Mengasah kontrol eksekutif otak
Kontrol eksekutif berkaitan dengan pengambilan keputusan, pengaturan perhatian, dan pengelolaan tugas kompleks.
Kemampuan ini sangat erat dengan fluid reasoning. Permainan seperti scrabble, pictionary, brain teaser, dan strategi sederhana membantu melatih fungsi ini.
3. Melatih kemampuan visual dan spasial
Kemampuan memahami bentuk, ruang, dan posisi objek berkaitan erat dengan prestasi akademik, khususnya matematika dan membaca.
Aktivitas seperti membaca peta, bermain labirin, model 3D, dan permainan sudut pandang dapat meningkatkan kemampuan ini.
4. Mengembangkan pola pikir relasional
Teori Relational Frame Theory menyebut kecerdasan berkembang melalui kemampuan menghubungkan konsep.
Latihan membandingkan objek, mengenali persamaan dan perbedaan, serta memperkaya kosakata terbukti meningkatkan kemampuan verbal dan numerik.
5. Belajar dan bermain alat music
Belajar musik tidak hanya meningkatkan kemampuan seni, tetapi juga fungsi eksekutif dan skor IQ.
Penelitian menunjukkan, latihan musik rutin berhubungan dengan peningkatan memori, perhatian, serta kecerdasan verbal.
6. Menguasai bahasa baru
Pembelajaran bahasa asing memperkuat fleksibilitas mental.
Meski dampak terbesar terjadi bila dimulai sejak dini, belajar bahasa di usia dewasa tetap memberi manfaat besar bagi fungsi otak dan kemampuan berpikir.
7. Membiasakan membaca secara konsisten
Membaca adalah fondasi penting perkembangan kognitif.
Kebiasaan ini meningkatkan kemampuan bahasa, pemahaman, serta penalaran, terutama jika dilakukan secara rutin dan interaktif sejak usia dini.
8. Terus belajar sepanjang hayat
Pendidikan formal maupun nonformal berkontribusi signifikan terhadap IQ.
Tinjauan terhadap ratusan ribu responden menunjukkan bahwa setiap tambahan satu tahun pendidikan dapat meningkatkan skor IQ satu hingga lima poin.
9. Rutin melakukan latihan aerobic
Aktivitas fisik, khususnya latihan aerobik hingga 60 menit, terbukti memperbaiki pemrosesan informasi di otak.
Namun, olahraga berlebihan hingga menyebabkan dehidrasi justru dapat menurunkan fungsi memori. Karena itu, olahraga perlu dibarengi dengan asupan cairan yang cukup.
10. Tidur siang
Studi menunjukkan tidur siang lebih efektif dibanding kafein dalam meningkatkan kewaspadaan dan daya ingat.
Tidur singkat juga membantu meningkatkan kreativitas, suasana hati, serta kinerja motorik.
Para ahli sepakat bahwa IQ tinggi tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui kebiasaan yang konsisten dalam melatih otak.
Dengan pola hidup yang tepat, potensi kecerdasan dapat terus berkembang seiring waktu.