Sampe Simarmata Hilang Usai Bentrok di Areal PT Adei, Keluarga Tunggu Hasil DNA Jenazah Misterius

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:39:31 WIB
Keluarga korban beserta kuasa hukum mendatangi RSUD Bengkalis.

BENGKALIS (RA) - Keberadaan seorang pria bernama Sampe Simarmata, masih menjadi tanda tanya setelah dirinya dikabarkan hilang pascabentrokan di areal perkebunan PT Adei Plantation, Kabupaten Bengkalis, Riau. 

Keluarga kini menunggu hasil tes DNA, untuk memastikan identitas jenazah laki-laki yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kawasan yang diduga berada di wilayah perkebunan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian keluarga dan kuasa hukum. Mereka mendesak kepolisian mempercepat proses pemeriksaan DNA, serta mengusut tuntas rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum Sampe dilaporkan hilang.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak keluarga, peristiwa bermula pada 3 Oktober 2026. Saat itu, sejumlah petugas keamanan atau sekuriti PT STRUM disebut mendatangi sekitar rumah Sampe menggunakan mobil dobel kabin berwarna putih.

Kedatangan mereka disebut diwarnai teriakan dan dugaan membawa senjata tajam hingga memicu keributan. Sampe yang saat itu sedang tidur terbangun dan berusaha melerai situasi.

Setelah kejadian tersebut, Sampe mendatangi Polsek Pinggir untuk melaporkan dugaan perbuatan membawa senjata tajam. Menurut keterangan yang diterima, laporan itu sempat belum diterima karena polisi disebut menunggu pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).

Laporan tersebut kemudian diterima dengan nomor LP/40/X/2026/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR.

Dua hari setelah kejadian, polisi mendatangi rumah Sampe untuk melakukan olah TKP. Situasi di sekitar lokasi disebut masih memanas, terlebih setelah sejumlah warga dikabarkan ditangkap.

Pada 5 Oktober 2026, Sampe diduga pergi ke arah perkebunan PT Adei yang dijaga sekuriti. Setelah itu, kabar mengenai keberadaannya terputus.

Keluarga kemudian melaporkan kehilangan Sampe ke Polsek Pinggir melalui laporan keterangan kehilangan orang bernomor B/08/X/2026/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR.

Di tengah pencarian tersebut, ditemukan jenazah laki-laki dalam kondisi mengenaskan di lokasi yang diduga berada di wilayah perkebunan PT Adei. Jenazah itu dilaporkan tidak mengenakan pakaian dan kondisinya disebut nyaris tidak dapat dikenali.

Kondisi jenazah membuat identitasnya belum dapat dipastikan. Untuk mengetahui apakah jenazah tersebut merupakan Sampe Simarmata, pihak keluarga melalui kepolisian menjalani proses pemeriksaan DNA.

Pada 8 Oktober 2026, pakaian yang diduga milik Sampe juga ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan jenazah tersebut. Temuan itu menambah pertanyaan bagi keluarga mengenai nasib Sampe dan kaitannya dengan jenazah yang ditemukan.

Meski demikian, identitas jenazah tersebut belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan DNA keluar. Hubungan antara dugaan hilangnya Sampe, temuan pakaian, dan penemuan jenazah juga masih perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian.

Kuasa hukum korban, Suardi menyatakan pihaknya telah menyurati Polres Bengkalis untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut. Mereka menilai proses penanganan kasus masih berjalan lambat.

Selain itu, pihak kuasa hukum juga telah menyurati RSUD Mandau untuk meminta rekam medis jenazah yang diduga berkaitan dengan Sampe Simarmata.

Suardi meminta Kapolda Riau memberikan perhatian terhadap perkara tersebut agar proses penyelidikan berjalan secara transparan dan memberikan kepastian bagi keluarga.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana menyurati Kapolri. Mereka berharap perkara ini dapat dibawa ke gelar perkara khusus di Mabes Polri atau mendapat perhatian Komisi III DPR RI.

Kuasa hukum turut mendesak agar pemeriksaan DNA dipercepat sehingga identitas jenazah dapat segera dipastikan.

Menurutnya, kepastian identitas menjadi langkah penting untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi terhadap Sampe Simarmata.

"Jika hasilnya nanti mengonfirmasi bahwa jenazah itu adalah klien saya, kami akan menindaklanjuti perkara ini sesuai jalur hukum yang berlaku untuk mencari kebenaran sekaligus keadilan," ujarnya, Jumat (23/10/2026)

Ia menegaskan pihaknya akan terus mengawal perkara tersebut hingga mendapatkan kejelasan.

"Kebenaran harus terungkap. Siapa pun yang bersalah harus bertanggung jawab. Jika ini benar klien saya, kami tidak akan diam saja," tegasnya.

Terkini

Terpopuler