Tim Pengabdian Sosiologi UNRI Adakan Pelatihan Basic Soft Skill, Pemanfaatan Waktu Luang Dimasa Pandemi

Tim Pengabdian Sosiologi UNRI Adakan Pelatihan Basic Soft Skill, Pemanfaatan Waktu Luang Dimasa Pandemi

Riauaktual.com - Tim pengabdian Program Studi Sosiologi Universitas Riau adakan pelatihan basic soft skill atau keterampilan lunak dasar pada ibu rumah tangga Desa Kualu, Kampar sebagai basis pemanfaatan waktu luang di masa Pandemi Covid-19. 

Kegiatan pelatihan terdiri dari 3 rangkaian, diantaranya melatih ibu-ibu membuat sabun cuci piring yang bernilai ekonomis dan rumahan, melatih pembuatan konektor masker serta melatih pengolahan ampas kelapa menjadi bahan dasar pembuatan kue sehat.

Sebelum kedatangan tim pengabdian Sosiologi UNRI para ibu rumah tangga di Desa Kualu khususnya Komp. Perum. Taman Ridwan banyak yang tidak mampu mengelola waktu luang dengan produktif dalam mendukung kegiatan ekonomi keluarga. Atas kondisi ini, tim pengadian berusaha memecahkan permasalahan dengan melakukan pelatihan dan mengenalkan strategi efektif memanfaatkan waktu luang. 

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 2 hari 23 sampai 24 Agustus 2021 kemarin di ruang MDTA Al- Istiqomah dengan mitra ibu PKK Desa Kualu Kecamatan Tambang.

Kegiatan pengabdian ini diketuai Indrawati sekaligus sebagai ketua Jurusan Sosiologi, dengan anggota dosen Sosiologi diantaranya Risdayati, Rina Susanti, dan Teguh Widodo serta melibatkan 3 orang mahasiswa dari jurusan Sosiologi. 

Menurut Jecky selaku ketua perumahan, menyambut baik atas rangkaian kegiatan dari tim pengabdian Sosiologi Unri yang telah memberdayakan kaum ibu-ibu disini untuk lebih produktif memanfaatkan waktu luang. 

Sementara itu, menurut Indrawati selaku ketua tim, mengapresiasi para ibu rumah tangga di Komp. Perumahan Taman Ridwan karna sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Mulai dari menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan sekaligus tempat mempraktikkannya sehingga menjadi basic skill mereka untuk diterapkan setelah adanya pelatihan ini. 

"Selain itu, kami melihat adanya potensi desa berupa tanaman kelapa yang tidak termanfaakan dengan baik. Terutama ampas kelapa yang belum terolah. Hal ini memunculkan ide untuk dijadikan bahan pangan yang berpotensi pada peningkatan ekonomi keluarga," kata Indrawati.

Indrawati juga menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanajemen waktu luang selama berada dirumah sehingga menjadi produktif. 

Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan sumber daya masyarakat terhadap berbagai kegiatan produktif yang dapat dilakukan dari rumah. "Serta mengajak masyarakat untuk menggali potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar rumah, sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan mengatasi dampak pandemi Covid-19," pungkasnya.
 

Berita Lainnya

View All