ils/ int

Terkait Dana Rp16 M, Mantan Sekda Rohul Dipanggil Jaksa 

Selasa,21 Mei 2019 - 16:59:02 WIB Di Baca : 1253 Kali

Riauaktual.com - Sejumlah pihak telah di panggil dan di klarifikasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau terkait pengusutan dugaan penyimpangan pencairan dana bantuan hibah kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tahun 2017-2018 senilai Rp16 miliar. 

Proses klarifikasinya langsung dilakukan oleh Bidang Pidana Khsusus (Pidsus) Kejati Riau, terhadap Damri Harun, Selasa (21/5/2019) ini. Dimana, yang bersangkutan merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rohul.

Pihak Kejati yang dikonfirmasi membenarkan pemanggilan untuk klarifikasi tersebut. Muspidauan selaku Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Pemkum) dan Humas Kejati Riau, mengatakan, kedatangan Damri itu untuk diklarifikasi terkait perkara yang ditangani Korps Adhyaksa Riau tersebut.

Loading...

''Betul dia dipanggil untuk diklarifikasi,'' terang Muspidauan. 

Kasusnya masih dalam penyelidikan, dan yang bersangkutan diminta datang untuk di klarifikasi. 

Ternyata tidak hanya Damri yang di proses klarifikasi. Karena ada lima orang lainnya yang turut dipanggil hari ini. 

Mereka yang dipanggil antara lain, Nifzar, Jaharuddin dan Helfiskar, Edi Suherman lalu Jonni Muchtar. 

Diketahui, lima orang tersebut berperan  dalam kegiatan itu, sebagai Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Rohul tahun 2017.

Pemanggilan Damri ternyata bukan baru ini dilakukan, sebelumnya yang bersangkutan sudah dua kali diklarifikasi. 

Sebelumnya Damri dipanggil pada Rabu (15/5/2019) sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul kala itu.

Damri yang coba dimintai keterangannya terkait klarifikasi ini, belum memberikan tanggapan. Panggilan telepon dan pesan singkat yang ditujukan kepadanya, belum direspon.

Nama Aceng Herdiana, selaku Kepala Pelaksana BPBD Rohul tahun 2017. Saat diklarifikasi keesokan harinya Kamis (16/5) mengakui sudah menyampaikan keterangan nya. 

''Sudah saya sampaikan pada klarifikasi kemarin,'' singkat Aceng saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Tidak hanya dua nama yang disebutkan di atas, proses klarifikasi juga dilakukan terhadap Suparno, Kepala Pelaksana BPBD Rohul periode September 2018-Desember 2018. Dan Zulkifli, Kepala Pelaksana BPBD Rohul tahun 2019.

Sama halnya Aceng, Suparno dan Zulkifli juga diperiksa pada hari Kamis tersebut.

Masih dari informasi yang dihimpun, sejumlah pihak swasta juga telah diklarifikasi. Seperti Muhammad Yamin Direktur Utama (Dirut) PT Karya Kita Bersama, Asmawati Dirut PT Karya Nyata Bersama, dan Marzuki Dirut PT Karya Nyata Jaya Raya. Proses klarifikasi itu diketahui dilakukan awal pekan kemarin. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...