Razia Hiburan Malam, 42 Pengunjung Terjaring, Satu Diantaranya Mantan Oknum Kades Bengkalis

Minggu,30 Desember 2018 - 20:08:35 WIB Di Baca : 5292 Kali

Riauaktual.com - Sebanyak 11 tempat hiburan malam di kota Pekanbaru, dirazia personil gabungan. Sedikitnya, sebanyak 42 orang pengunjung terjaring, Ahad (30.12.2018) dinihari. 

Puluhan orang itu diamankan 87 personil TNI-Polri dan Satpol PP yang dibagi menjadi tiga tim. 

Belasan tempat hiburan malam yang dirazia antara lain, MP Club, RP Club, Queen Club dan Star City, yang berada di Jalan Sudirman. Kemudian Dragon, Paragon, Furaya serta Arena Entertainment yang berada di Jalan Tuanku Tambusai dan KTV Permata, yang berada di Jalan Khadijah Ali.‎

Loading...

Hasil razia yang dilakukan petugas di belasan tempat tersebut, ditemukan suasana rata-rata ruangan dalam kondisi kosong. Kuat dugaan informasi akan adanya razia petugas sudah bocor. 

Petugas yang sampai dilokasi, hanya mendapatkan pengelola dan Ladies Cash (LC) sedang menunggu pelanggan. 

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto mengatakan, tujuan dilakukan kegiatan ini menyasar pengguna narkoba. 

Sebanyak 42 orang yang terjaring Cipkon ini dilakukan test urine. '' Hasilnya tidak ada satu pun yang terjaring, dikarenakan hasil tes urinenya negatif semua,'' kata Susanto.

Tempat hiburan malam, sebut Susanto, menjadi tempat pengedar memasarkan Narkotika di Kota Pekanbaru. ''Razia ini sebagai bentuk peringatan kepada anak muda ataupun orang dewasa, untuk jauhi Narkoba,'' lanjutnya.

Kegiatan Cipkon ini, nantinya akan dilakukan hingga pergantian tahun.‎ ''Cipkon ini kita lakukan sampai akhir tahun baru,'' tambahnya.

Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilakukan tim TNI-Polri di KTV Permata, Jalan Kadhijah Ali Senapelan, petugas menemukan Yulisman, mantan Kepala Desa Kelapapati Kabupaten Bengkalis, yang tengah asik bersama teman wanitanya. 

Sempat gugup, saat diintrogasi petugas.,Yulisman mengaku datang ke Kota Pekanbaru karena ada keperluan bertemu anaknya yang tengah berkuliah.‎

''Saya sedang ada keperluan menemui anak, yang kuliah di Pekanbaru,'' kata Yulisman kepada petugas saat sedang memeriksa identitasnya.

Tidak hanya Yulisman ditemukan di KTV Permata, turut juga seorang rekannya, bernama Dimas Dwi Putra, yang berstatus seorang karyawan honorer, warga desa Wonosari, Kabupaten Bengkalis. Saat diperiksa petugas, Dimas juga sedang ditemani oleh seorang LC KTV Permata.

Curiga terhadap kedua pegawai pemerintahan itu, petugas langsung melakukan test urine. Namun, hasilnya negatif Narkotika.

Selain kedua orang itu, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang pria yang berasal dari Jakarta. Kedatangan 8 orang ini ke Kota Pekanbaru, karena ada urusan. Belakangan diketahui, urusannya yakni Diklat dari Kementrian Keuangan.

''Kami lagi Diklat pak di sini,'' ucap salah satu dari mereka kepada petugas.‎ (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...